Investor Domestik Dominasi Lelang Obligasi Negara
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat permintaan investor domestik maupun global atas Surat Utang Negara (SUN) atau obligasi negara, masih solid dan terjaga pada lelang SUN rutin, Selasa (14/9).

"Demand investor pada lelang hari ini masih solid dengan incoming bids sebesar Rp80,66 triliun dari target indikatif sebesar Rp21 triliun," kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Ia menjelaskan permintaan atas SUN tersebut didukung oleh kondisi pasar keuangan domestik yang bergerak relatif stabil pada saat likuiditas di pasar masih tinggi. "Di sisi lain, pelaku pasar bersikap wait and see terkait rilis data inflasi US dan arah kebijakan The Fed terkait tapering ke depan," katanya.

Ia memaparkan mayoritas penawaran masuk untuk lelang SUN masih berasal dari investor domestik dengan persentase mencapai 89,2 persen dari keseluruhan total penawaran masuk. "Seri-seri yang paling diminati investor adalah tenor 5, 10 dan 20 tahun dengan total 69 persen dari total bid yang masuk. Sedangkan demand dari investor asing yang terbanyak berada pada tenor 20 dan 10 tahun," katanya.

Deni juga memastikan investor masih terlihat agresif yang tercermin dari penurunan Weighted Average Yield (WAY) untuk semua seri Obligasi Negara (ON) yang dimenangkan apabila dibandingkan dengan WAY pada lelang sebelumnya, yaitu sekitar 1-3 bps. "Penurunan tertinggi pada WAY untuk Obligasi Negara pada tenor 5 dan 15 tahun," katanya.

Sebelumnya, pada lelang SUN rutin pada Selasa (14/9), pemerintah menyerap dana sebesar Rp21 triliun dari lelang tujuh seri SUN di pasar perdana dengan penawaran masuk mencapai Rp80,66 triliun. Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-September 2021 mencapai Rp548,74 triliun. (Ant)