APPSI Diminta Sweeping Penjualan Daging Anjing
Foto : Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak meminta Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) untuk melakukan sweeping atau pengecekan di semua pasar di seluruh Indonesia.

Hal itu perlu dilakukan setelah ditemukannya pedagang yang menjual daging anjing di Pasar Senen, Jakarta. Amin Ak meminta APPSI ikut aktif mengontrol aktivitas anggotanya agar tidak ada konsumen yang dirugikan.

“Penjualan Daging Anjing ternyata sudah berlangsung 6 tahun, ini kok bisa dibiarkan. Jangan-jangan hal seperti ini terjadi juga di pasar lain di seluruh Indonesia. Pengawasan harus kembali diperkuat agar kasus ini tidak terulang kembali,” tegas Amin Ak di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Amin menjelaskan, Penjualan daging anjing melanggar Undang-Undang (UU) No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan karena penjualan daging anjing dapat menimbulkan risiko pada kesehatan. Terutama dengan penyakit rabies karena kondisi tempat pemotongan hewan yang tidak sehat dan hygienis dan juga asal usul anjing yang dipotong yang tidak jelas.

Penjualan daging anjing, kata Amin, juga berpotensi melanggar Pasal 66 UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan terutama terkait dengan perlakukan anjing dalam proses pembinasaannya serta perlakuan hewan yang tidak sesuai peruntukannya (anjing bukan hewan untuk konsumsi).