Target 70 Persen Vaksinasi Akhir 2021 Diragukan Tercapai
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Hidayatullah Muttaqin mengatakan  Indonesia saat ini memerlukan 3,98 juta orang per hari divaksinasi untuk mencapai 70 persen target akhir tahun.

"Dengan waktu delapan hari tersisa untuk capai target 70 persen dari jumlah penduduk minimal dosis pertama, maka akselerasi suntikan lebih dari tiga juta per hari wajib dilakukan," ungkap Mutaqqin, dilansir dari Antara, Sabtu (26/12/2021).

Muttaqin merujuk data Kementerian Kesehatan, jumlah penduduk Indonesia yang sudah divaksin dosis 1 per 23 Desember 2021 sebanyak 157,32 juta. Sedangkan dosis 2 atau vaksin lengkap sebesar 109,83 juta orang. Dengan demikian vaksinasi dosis 1 baru mencapai 58 persen. Sementara dosis 2 sebesar 41 persen dari jumlah penduduk.

Untuk mencapai target vaksinasi 70 persen dari populasi di akhir 2021, jumlah penduduk yang harus divaksin per dosisnya 189 juta penduduk. Ini berarti diperlukan tambahan vaksinasi 31,83 juta orang untuk dosis 1 dan 79,32 juta jiwa untuk dosis 2.

Diakui Muttaqin, akselerasi tersebut akan sangat sulit dicapai karena laju vaksinasi dalam beberapa hari terakhir hanya sekitar satu juta orang per hari. Apalagi tantangan vaksinasi di Indonesia memang lebih berat dibanding negara-negara maju. Sebab wilayah nusantara sangat luas dengan infrastruktur dan SDM yang belum merata. Sementara penduduk tersebar sampai ke daerah atau wilayah terpencil yang sangat sulit dijangkau.

Namun jika laju vaksinasi konsisten di angka satu juta per hari, maka dia yakin vaksinasi dosis satu akan mencapai 70 persen dari jumlah penduduk pada minggu ketiga atau minggu ke empat Januari 2022 mendatang.

Muttaqin menegaskan pula karena suntikan vaksin yang diperlukan seseorang untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap COVID-19 adalah dua dosis, maka realisasi target vaksinasi 70 persen dari jumlah penduduk untuk dosis 2 menjadi sangat penting juga untuk dikejar. Apalagi di tengah munculnya varian baru seperti Omicron.