4.842 Warga  Jakarta Barat Ditindak;  Ini Penyebabnya
Foto :


Jakarta, HanTer - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat menindak 4.842 warga karena tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Jumlah tersebut merupakan hasil penindakan selama PPKM Darurat sejak 3 hingga 20 Juli 2021.

Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat menyatakan sebanyak 4.842 orang itu merupakan hasil penindakan di delapan kecamatan.

"Paling banyak individu yang tidak pakai masker itu di pemukiman," ujar Tamo di Jakarta, Rabu (21/7/2021).
 
Kecamatan dengan pelanggar tertinggi di tempati Tambora dengan 870 pelanggar dan terendah, yakni Kalideres sebanyak 240 orang.
 
Tambora juga berada di posisi teratas untuk jumlah warga yang dikenakan sanksi sosial sebanyak 822 orang.
 
Data terbaru juga menunjukkan bahwa total denda pelanggar yang tidak pakai masker paling tinggi mencapai Rp20.650.000.

Jumlah ini memang paling tinggi jika dibandingkan dengan penindakan rumah makan yang hanya Rp3.500.000, penindakan tempat perkantoran sebanyak Rp10.000.000 dan pelanggaran tempat usaha lain sebanyak Rp10.000.000.
 
Nantinya, denda tersebut akan disetorkan ke Badan Penerimaan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta.
 
Tamo memastikan selama PPKM berlanjut hingga 25 Juli, pihaknya akan giat melakukan penindakan agar tidak terjadi kerumunan di masyarakat.
 
"Saya juga harap masyarakat patuhi prokes demi kebaikan dan kesehatan bersama," ujarnya