Pemprov DKI Tindak Tegas Pasar Menjual Daging Anjing
Foto :

Jakarta, HanTer - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) angkat bicara soal salah satu pasar di ibu kota yang menjual daging anjing. 

"Saya belum mendapat informasi dari Pasar Jaya, laporannya. Namun jika benar, ini akan ditindak tegas dan dan diberi sanksi sesuai ketentuan," ujar Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Minggu (12/9/2021).

Dirinya pun menyerahkan masalah ini kepada Pasar Jaya untuk segera diselesaikan. Harus ada pemeriksaan lebih jauh dan inspeksi mengenai informasi ini.

Secara pribadi, Ariza menganggap penjualan daging anjing ini sudah menyalahi aturan. "Karena ini melanggar UU perlindungan pangan dan konsumen," pungkasnya.

Sudah Ditindaklanjuti

Manager Pemasaran Perumda Pasar Jaya, Gatra Vaganza mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan yang berasal dari Animal Defender itu. Pedagang yang menjual daging anjing itu berlokasi di Pasar Senen Blok 3.

"Bersama ini kami dapat memberi klarifikasi bahwa benar adanya pedagang dari Perumda Pasar Jaya yang melakukan penjualan daging anjing tersebut di pasar Senen blok 3," ujar Gatra di Jakarta, Minggu (14/9/2021).

Pihak manajemen juga disebutnya telah melakukan pemanggilan kepada pedagang tersebut. Setelah diperiksa, si penjual juga telah diberikan sanksi administrasi. 

Sebelumnya, penjualan daging anjing di salah satu pasar PD Pasar Jaya DKI Jakarta mulai meresahkan masyarakat. Informasi tersebut ditemukan oleh Animal Defenders Indonesia (ADI).

Tak tinggal diam, ADI melalui kuasa hukumnya Hotman P Girsang melakukan somasi di perusahaan dagang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Merugikan

Menanggapi kasus itu, Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Suparji Ahmad mengatakan bahwa jual beli hewan untuk dikonsumsi harus memenuhi unsur keselamatan, kehalalan dan kesehatan.

Terkait dengan jual beli daging anjing, ia menilai berpotensi merugikan kesehatan konsumen. Salah satunya memungkinkan adanya penularan penyakit rabies.

"Penjualan anjing di pasar baik hewan liar maupun dipasok melalui sindikat kriminal pencurian hewan akan menimbulkan banyak permasalahan dan membahayakan bagi masyarakat Jakarta. Karena anjing yang tidak di vaksin akan menimbulkan penyakit rabies atau anjing gila yang menular pada hewan lain maupun kepada manusia," ujar Suparji.