Harapan Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Evi: Ada Apa, Kenapa Cuma C2 yang Terbakar, yang Lain Tidak?
Foto :

Keluarga korban kebakaran di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, berharap pemerintah mengusut tuntas penyebab kebakaran pada Rabu (8/9) dini hari tersebut untuk mengetahui ada-tidaknya unsur kelalaian dalam kejadian itu.

Ibu kandung dari Petra Eka bin Suhendar (25), salah satu korban meninggal kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Evi Nilasari (48), mengatakan aparat terkait mesti menyelidiki penyebab kebakaran tersebut lantaran adanya kejanggalan dalam peristiwa naas itu.

"Itu harus diusut juga itu kebakaran, ada apa ya kok bisa seperti itu? Harus cari tahu kenapa cuma C2 aja yang terbakar, yang lain tidak," kata Evi saat ditemui di tempat pemakaman umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Selasa.

Menurut dia, Lapas Kelas 1 Tangerang mesti bertanggung jawab dan menunjukkan keadilan kepada korban kebakaran.

"Terus sementara ada juga kamar yang terbuka, katanya. Itu di blok C2 kok kekunci. Coba pihak Lapas 1 Tangerang tunjukkan keadilan buat anak saya," kata dia.

Di sisi lain, Evi mengapresiasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri yang berhasil mengidentifikasi dan mengizinkan pihak keluarga pertama kali mengetahui informasi tersebut.

"Jadi, saya berterima kasih kepada tim DVI untuk memperbolehkan saya mengetahui lebih dulu sebelum ke media," kata dia, dilansir Antara.

Polda Metro Jaya telah meminta keterangan dari 25 orang saksi terkait kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, pada Rabu (8/9) dini hari, menyusul kasus kebakaran tersebut ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di Jakarta, Senin (13/9), menyatakan, penyidik Polda Metro Jaya, telah memeriksa sebanyak 25 orang saksi di dua tempat, yaitu di Polda Metro Jaya dan Polres Metro Kota Tangerang.

Tersangka

Kepala Biro (Karo) Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengungkapkan, tersangka kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, kemungkinan lebih dari satu orang.

Namun Rusdi menjelaskan, keputusan penetapan tersangka masih menunggu kerja dari tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus kebakaran tersebut.

"Potensial suspek ada beberapa, kita tak menduga-duga, kemungkinan lebih dari satu," kata Rusdi dalam jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa.

"Kita tunggu saja kerja dari penyidik pasti beberapa hari ke depan ada perkembangan. Kita tunggu saja," katanya.