Bentuk Tim Telusuri Asal Harta Kekayaan Pejabat yang Meroket
Foto :

Jakarta, HanTer - Ketua Harian DPP Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK), Jerry Massie mendukung dibentuknya Tim untuk menelusuri asal harta kekayaan pejabat yang naik drastis. Apalagi saat ini tengah pandemi Covid-19 yang membuat rakyat pada umumnya kesulitan dalam masalah ekonomi.

"Memang perlu juga menelusuri harta pejabat yang naik tak sesuai dengan kondisi," ujar Jerry kepada Harian Terbit, Selasa (14/9/2021).

Jerry mengungkapkan, berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) anggaran Covid-19 di kisaran Rp1.000 triliun. Nilai tersebut naik secara tak pantas. Tidak heran banyak pihak yang menduga "jangan-jangan bantuan Covid-19, pengadaan masker, vaksin, PCR dan lainnya ditilep oleh oknum-oknum yang serakah."

"Perlu diperiksa mereka yang terlibat langsung Covid-19 mulai Ketua PEN, Ketua PPKM, sampai Satgas Covid-19. Dan juga mereka yang bermain vaksin kan ada 6 jenis vaksin. Audit duit yang keluar dan juga berapa vaksin yang dipesan," jelasnya.

Pasalnya, sambung Jerry, ada jutaan vaksin yang didapat cuma-cuma alias bantuan dari Amerika 4 juta dosis awal dan juga 2 juta dosis yang belakangan. 500 ribu vaksin dari Belanda. Jepang juga membantu vaksin. Kalau bantuan jangan dianggarkan. Laporan keuangan Covid-19 belum terdengar laporannya. Untuk itu perlu telusuri pejabat yang kaya mendadak di masa pandemi. 

Jerry menegaskan, sangat mudah menghitug aset mereka gaji+tunjangan+mami+SPPD+insentif pasti akan tahu. "Kalau naik tak wajar maka saya menduga ada tindakan korupsi didalammya. Sebetulnya BPK, Kemenkeu harus ketat dan selektif," paparnya.

Dia mengungkapkan, bisnis pandemi bagi pejabat sangat menggiurkan. Belum lagi kartu pra kerja Rp5 triliun lebih. Dengan laporan LHKPN maka bisa diketahui mana yang hartanya membumbung tinggi. "Harusnya aset berkurang tapi malah meningkat saya curgai ada skandal pandemi gate," paparnya.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyampaikan, meningkatnya harta kekayaan pejabat negara bisa dari banyak faktor salah satunya bisnis sampingan mereka yang bisa menjadi pemicu meningkatkan harta kekayaan mereka.

"Jadi itu harus dipelajari, jadi jangan cepat curiga. Kalau bagi saya, ya memang mengejutkan. Tetapi nilai kekayaan orang itu banyak sebabnya. Kalau seandainya dia pegang saham, misalkan saham-saham tertentu naik, kalau naik apa sebabnya kalau turun kan tidak ada yang turun,” ucapnya.