Djokovic Tiba di Tokyo Menjaga Mimpi Golden Slam Tetap Hidup
Foto : Novak Djokovic saat melakukan latihan di Ariake Tennis Park, venue tenis Olimpiade Tokyo 2020

Jakarta, HanTer - Petenis nomor satu dunia saat ini Novak Djokovic telah mendarat di Tokyo pada Rabu (21/7/2021) sore waktu setempat. Pekan lalu dirinya mengonfirmasi keikutsertaannya dalam Olimpiade Tokyo 2020 ini.

Bintang tenis berusia 34 tahun itu melanjutkan pencarian bersejarahnya di kancah Olimpiade, setelah pada edisi sebelumnya yang berlangsung di Rio de Janeiro, petenis berkebangsaan Serbia itu tersingkir pada babak pertama setelah ditaklukkan petenis Argentina, Juan Martin del Potro.

Pasca mendarat di Tokyo, Djokovic mengambil bagian dalam sesi latihan di Ariake Tennis Park dalam upayanya untuk mengamankan Golden Slam yang bersejarah.

Djokovic sebelumnya telah memenangkan Australia dan Prancis Terbuka pada tahun ini serta gelar Wimbledon di bulan lalu untuk mengklaim gelar Grand Slam ke-20 dalam karirnya.

Namun jika ia memenangkan gelar putra di Tokyo, yang akan berlangsung di Ariake Tennis Park pada 24 Juli, dan AS Terbuka pada September, ia akan membuat sejarah sebagai pemain putra pertama yang mencapai prestasi tersebut.

Steffi Graff adalah satu-satunya pemain yang memenangkan kelima gelar di tahun yang sama, pada tahun 1988. "Olimpiade dan AS Terbuka jelas merupakan tujuan terbesar saya untuk sisa musim ini," kata Djokovic kepada stasiun Montenegro MINA.

"Sehingga saya penuh percaya diri dan termotivasi untuk mewakili Serbia dengan cara terbaik. Saya mendambakan medali di Tokyo, mudah-mudahan emas dan kemudian saya akan pergi ke New York untuk menyelesaikan semuanya," tambahnya.

Dengan saingannya Rafael Nadal, Roger Federer dan Dominic Thiem tidak ambil bagian di Olimpiade Musim Panas tahun ini, Djokovic adalah favorit kuat untuk menang.

Dan bahkan Pablo Carreno Busta, pemain Spanyol peringkat teratas menyusul keputusan mundur Nadal, tampaknya juga berpikir demikian. “Dia berada di level yang sangat tinggi dan jika ada favorit di Tokyo, itu dia. Tapi dia juga saingan yang harus dikalahkan, orang yang memiliki semua tekanan di belakangnya," kata Carreno Busta.

Namun Djokovic hanya memiliki satu fokus, yaitu menang untuk negaranya. Itu juga sebagian alasan mengapa dia berubah pikiran tentang berkompetisi di Olimpiade. "Itu bermuara pada patriotisme dan perasaan saya terhadap Serbia," katanya.

Pada dua edisi Olimpiade sebelumnya, gelar juara tenis sektor putra selalu diraih Andy Murray.