Varane dan Filosofi Ferguson Jadi Ambisi Solskjaer Kejar Juara
Foto : Raphael Varane

Manchester, HanTer - Ole Gunnar Solskjaer nampaknya tak main-main untuk mempersembahkan trofi pertamanya di pentas Premier League musim depan. Setelah mendatangkan Jadon Sancho, juru taktik berpaspor Norwegia juga memperkenalkan bek anyar mereka, Raphael Varane. 

Berbicara ihwal perekrutan Varane, rasanya hal tersebut dilakukan Solskjaer sebagai upaya untuk mengikuti filosofi mentornya, Sir Alex Ferguson. Dimana, Fergie, sapaan Ferguson, selalu menanamkan sebuah filosofi khusus bagi timnya apabila ingin menjadi juara.

"Serangan (akan membantu -red) memenangkan pertandingan, (tetapi -red)pertahanan membantu memenangkan gelar," demikian ucapan yang acap dikatakan Ferguson saat menangani Solskjaer dan kolega dimasanya. 

Sebagaimana diketahui, sebagian besar juara Premier League dibangun dari fondasi lini belakang yang kuat, dan seperti yang dapat dibuktikan oleh Liverpool dan Manchester City.

Pada 2016-17, setahun sebelum Liverpool merekrut Virgil van Dijk, The Reds kebobolan 42 gol dalam 38 pertandingan liga. Pada 2018-19, musim penuh pertama pelatih asal Belanda itu, jumlah itu turun menjadi 22. Setelah finis kedua, setahun kemudian mereka menjadi juara untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.

Begitu pun dengan City. Pasukan Pep Guardiola memenangkan 38 dari 50 pertandingan - tingkat 76% - dan menjaga 25 clean sheet saat mereka meraih gelar Liga Premier kelima, kesuksesan Piala Carabao keempat berturut-turut dan mencapai final Liga Champions.

Tak ayal bila Solskjaer pun sadar bahwa sektor pertahanan menjadi lini sentral untuk mengejar gelar juara. Solskjaer berharap penandatanganan Varane bisa sama transformatifnya. Bek tengah yang cepat, 28, diharapkan untuk bermitra dengan baik bersama Harry Maguire di jantung pertahanan musim depan.