PPE 2021; Gerbang Prestasi Indonesia ke Pentas Dunia
Foto : Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Di luar cabang olahraga (cabor) bulutangkis dan angkat besi yang acap mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia, beberapa cabor lain turut menyusul mengukir prestasi yang sama. Sebut saja panjat tebing dan juga pendatang baru, esports.

Ya, cabor terakhir yang disebutkan memang baru lahir. Namun, sejak menggeliatnya olahraga elektronik itu turut muncul talenta-talenta berbakat yang mulai mengharumkan Indonesia, khususnya di kejuaraan single event cabor tersebut. 

Semisal tim EVOS Esports yang telah langganan juara dalam berbagai macam event nasional maupun internasional. Dibentuk pada 2016, EVOS memiliki beberapa divisi tim esport di antaranya: Mobile Legends, Battleground Mobile, Free Fire, Realm of Valor, hingga League of Legends Wild Rift.

Sederet prestasi telah di ukir di pentas domestik. Namun, kiprahnya juga menggema di internasional Salah satunya ketika sukses mendapatkan juara dunia Mobile Legends M1 World Championship (2019) dan juara 1 Free Fire World Cup (2019). 

Diluar EVOS, sejumlah tim Esports Tanah Air juga tak kalah baik. Sebut saja ONIC Esport, Rex Regum Qeon (RRQ), Bigetron Esport serta BOOM Esport yang namanya mulai diperhitungkan di kejuaraan internasional. 

Melihat potensi besar di cabor esports, pemerintah pun terus memberikan perhatian penuh agar seluruh potensi yang ada maupun terpendam kembali terangkat demi mengharumkan Merah Putih di ajang internasional. 

Sebelum melangkah lebih jauh, pemerintah turun gunung. Salah satunya dengan memberikan wadah bagi seluruh atlet Indonesia untuk uji performa di tingkat domestik dalam kejuaraan bertajuk Piala Presiden Esports (PPE) 2021. 

Mewakili Presiden RI Joko Widodo, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jend TNI (Purn) Moeldoko menegaskan potensi besar esports untuk mengharumkan nama bangsa di pentas dunia sangatlah tinggi. Ia yakin kedepan, esports Indonesia mampu mendominasi dan menguasai setiap kejuaraan internasional.

Sebagai bentuk keseriusan, Presiden Jokowi pun menginstruksikan kementerian serta lembaga untuk terlibat dalam pelaksanaan Piala Presiden Esports 2021. Diantaranya ada KSP, Kemenko PMK, Kemenko Marves, Kemenpora, Kemenparekraf, Kemkominfo, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan PB Esports Indonesia.

"Indonesia harus siap untuk menjadi leader dalam dunia esports, baik di kawasan regional maupun internasional. Kita memiliki potensi yang luar biasa besar dari sisi sumber daya generasi muda, ekosistem keolahragaan, dan juga industri esports," kata Moeldoko dalam jumpa pers virtual, Selasa (14/9/2021).

"Ini yang akan terus kita dorong dan wujudkan melalui penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2021 yang akan dimulai pada bulan Oktober nanti. Kita bangga dan yakin bahwa esports Indonesia akan mampu menjadi yang terbaik (di dunia -red)," terangnya menambahkan.

Sebagaimana diketahui, Piala Presiden 2021 merupakan kompetisi edisi ketiga. Turnamen akan dibuka dengan seremoni kick off pada 3 Oktober 2021. Turnamen diselenggarakan secara hybrid, mengkombinasikan sistem daring dan luring, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dan menyeluruh. 

Kemudian, kejuaraan yang turut mendapat dukungan dari pihak swasta seperti Bank BCA akan menyuguhkan sejumlah cabang game yang dipertandingkan, diantaranya eFootball PES, Free Fire, Lokapala (game lokal), Mobile Legends, PUBG Mobile dan MPL Gaming.

Setelah dibuka dengan seremoni kick off, pertandingan di masing-masing cabang game akan bergulir hingga babak grand final pada akhir tahun. Babak kualifikasi akan terbagi enam wilayah yaitu regional Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali-NTT-NTB, dan Maluku-Papua. 

Selain trofi, para atlet dan tim yang bertanding akan berjuang memperebutkan total prize pool senilai Rp2 miliar dan kesempatan untuk menapaki karir yang lebih besar lagi di industri esports.

Menariknya lagi, Piala Presiden Esports 2021 tidak hanya terbatas di level nasional saja. Di babak grand final juga akan ada pertandingan level internasional yang secara khusus mendatangkan tim esports kelas dunia.