Hello,

Reader

Sosialisasi Perda Kepariwisataan, Rina Aditya Ajak Warga Bangun Pariwisata Jakarta
Sosialisasi Perda Kepariwisataan, Rina Aditya Ajak Warga Bangun Pariwisata Jakarta

Pengelolaan sumber daya dan modal pembangunan kepariwisataan secara sistematis dan terencana dengan baik dapat meningkatkan daya saing kota Jakarta di tingkat global. 

Adapun keberadaan Peraturan Daerah (Perda) No.6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan menjadi dasar kepastian hukum guna mendorong pemerataan manfaat dan kesempatan usaha demi peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Secara lebih spesifik, pembahasan mengenai Perda No.6 Tahun 2015 dilakukan dalam gelaran sosialisasi perda yang dilakukan anggota DPRD DKI Rina Aditya Sartika, kepada masyarakat di kawasan Taman Sari, Mangga Besar, Jakarta Barat, Minggu (13/1/2019).

Acara yang dimulai sekitar 10.30WIB itu dihadiri oleh ratusan masyarakat sekitar yang antusias mengikuti jalannya acara.

Dalam penyampaian sosialisasi perda Kepariwisataan, Rina didampingi oleh Rahmat selaku Dosen Universitas Indra Prasta, serta Sammy Edward selaku pegiat media sosial.

Rina menyampaikan, dalam konteks bidang kepariwisataan, semua warga negara memiliki hak dan kewajiban. Ia menegaskan, seluruh warga DKI Jakarta, mempunyai hak dan kewajiban dalam bidang kepariwisataan terutama kepariwisataan di DKI Jakarta.

Hak dalam kepariwisataan yang dimaksud, lanjut Rina, seperti hak untuk menikmati tempat-tempat wisata di mana saja di Indonesia. "Selain itu, hak untuk bekerja sebagai pemandu wisata, hak membuka usaha dalam kepariwisataan, dan sebagainya. Itu semua tertuang dalam Pasal 9 Perda Nomor 6 Tahun 2015," kata Rina.

Sedangkan kewajiban dalam bidang kepariwisataan, kata Rina, tertuang di Pasal 12 Perda Nomor 6 Tahun 2015. Seperti, menjaga dan melestarikan budaya Indonesia umumnya dan daerah khususnya, agar bisa menarik wisatawan mancanegara ataupun wisatawan dari daerah lain di Indonesia.

"Kewajiban lain seperti menjaga dan melestarikan lingkungan di objek-objek wisata, tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, membayar tiket masuk kalau memasuki objek-objek wisata, dan sebagainya," terang dia.

Sektor Penting

Rina yang kembali mencalonkan diri sebagai calon DPRD DKI Jakarta untuk periode mendatang di daerah pemilihan 10 Jakarta Barat, mengatakan, pariwisata merupakan salah sektor penting di Indonesia. "Sebab, sektor ini bisa menyumbang devisa negara," ujar dia.

Namun, ia menyayangkan sekaligus menyoroti persoalan dari sekian masa pemerintahan, sektor ini sepertinya kurang diprioritaskan bahkan kurang diperhatikan.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh masyarakat Jakarta khususnya dan masyarakat Indonesia yang mendatangi Jakarta wajib membaca dan melaksanakan Perda tersebut.

"Untuk itu, pemerintah serta masyarakat harus turut serta membangun sektor pariwisata yang ada di Jakarta ini. Karena bagaimanapun, sektor pariwisata ini menyumbang pendapatan bagi pemerintah daerah," ujarnya.

Dongkrak Pariwisata

Rahmat yang juga selaku pembicara dalam acara tersebut mengungkapkan, DKI Jakarta, merupakan salah satu daerah yang ikut mendongkrat pariwisata nasional. Adapun data dari Badan Pusat Statistik, wisatawan asing yang datang ke Jakarta sebagian besar berasal dari Asia antara lain Tiongkok, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Arab Saudi dan Jepang.

Ia memaparkan, pada 2016, kunjungan wisatawan asing ke Jakarta mencapai sekitar 2,4 juta orang dari jumlah wisatawan mancanegara secara nasional mencapai 11,52 juta orang. Adapun, devisa pariwisata di Provinsi DKI pada 2016 mencapai US$2,5 miliar dari total perolehan devisa pariwisata nasional US$12,5 miliar.

"Kekayaan alam yang dimiliki DKI, yakni Kepulauan Seribu menurutnya bisa menjadi magnet wisatawan asing dan domestik yang bisa bersaing dengan negara lain. Begitu juga wisata heritage yang ada di kawasan Kota Tua," terang dia.

Mengingat begitu pentingnya sektor kepariwisataan, ujar dia, maka Pemprov DKI bersama DPRD DKI Jakarta membuat Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan tersebut.  


#Pariwisata #DPRDDKI #RinaAdityaSartika

Komentar Anda
Komentar