Hello,

Reader

Rudi: Mantan Sopir Tangki Harus Demo PT GUN Bukan Pertamina
Rudi: Mantan Sopir Tangki Harus Demo PT GUN Bukan Pertamina

Jakarta, HanTer - Manajemen PT Garda Utama Nasional (GUN) sangat menyayangkan aksi demonstransi ratusan massa yang mengatasnamakan buruh awak mobil tangki Pertamina dan tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) di  Istana Negara di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Pasalnya, kata Rudi direksi PT GUN, Senin (14/1/2019), aksi massa itu telah membuat ketidaknyamanan banyak pihak, terutama PT Pertamina Patra Niaga, dan khususnya kepada masyarakat di sekitar lokasi Demo, yaitu di Plumpang dan sekitar Istana Negara.

Dijelaskan, para peserta aksi demonstrasi itu adalah mantan karyawan yang dulu pernah bekerja di PT GUN yang bekerja sebagai AMT di area lokasi kerja PT Pertamina Patra Niaga. 

Tak Ada Hubungan

Dia menegaskan, PT Pertamina Patra Niaga tidak ada hubungannya sama sekali terkait unjuk rasa yang dilakukan oleh mantan pekerja PT GUN,” tegasnya.
Rudi menambahkan, aksi unjuk rasa  terkait masalah hubungan kerja antara PT GUN mantan karyawannya. Terhadap permasalahan itu, sebenarnya pihak perusahaan telah melakukan berbagai macam upaya untuk dapat memperbaiki hubungan kerja. 
"Namun akhirnya perusahaan tidak dapat menghindari untuk tidak melakukan PHK," katanya.

Menurutnya, keputusan PHK terpaksa diambil setelah melalui tahapan verifikasi sesuai dengan prosedur yang ada. Selain itu juga terdapat hal2 lain yang membuat perusahaan harus melakukan PHK terhadap mereka,  kewajiban karyawan tidak berjalan semestinya, bagaimana mungkin bisa dipertahankan.  

Rudi memaparkan, dalam proses PHK tersebut, PT GUN telah melakukan keputusan sesuai yang disyaratkan dan diatur dalam peraturan perusahaan, UU ketenagakerjaaan dan peraturan-peraturan lain terkait tenaga kerja. 

“Kami (PT GUN, Red), telah melaksanakan kewajiban menurut hukum terhadap mantan karyawan kami terkait dengan PHK itu. Jika mereka tidak puas atas keputusan PT GUN harusnya mereka berdemo dan mendemo kami bukan ke Pertamia apalagi berdemo ke Istana,” katanya.

Untuk diketahui bahwa ada puluhan mantan sopir tangki bbm yang mantan tenaga out sourcing dari perusaan vendornya patra niaga menggelar aksi unjuk rasa dan menginap di Jalan Medan Merdeka, Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat.

Ketika PT SSS telah berakhir kontrak kerjanya dengan Patra Niaga yang kemudian penyediaan tenaga OS sopir tangki dilanjutkan oleh PT GUN, seluruh tenaga OS sopir tangki tersebut termasuk yang beraksi demo bahkan juga diberikan pesangon walau dalam perjanjian kerja dengan mereka tidak ada kewajiban itu. 

Ketika peralihan vendor dari PT SSS ke PT GUN para mantan sopir tangki diberi kesempatan untuk kembali menjadi sopir tangki BBM dan menjadi pekerja tanpa terbatas waktu (bukan lagi kontrak 2 tahunan-red) pada PT GUN namun sekitar 100 orang sopir menolak dan menuntut diangkat sebagai tenaga kerja Pertamina.


#Pertamina #mobiltangki #mogokkerja

Komentar Anda
Komentar