Hello,

Reader

Positif, Prabowo Ajak PDIP dan Golkar Gabung dengan Pemerintahannya
Megawati bersama Prabowo saat menyaksikan final pencak silat Asian Games 2018 (ist)
Positif, Prabowo Ajak PDIP dan Golkar Gabung dengan Pemerintahannya

Jakarta, HanTer - Keinginan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akan mengajak partai yang berseberangan dengan koalisi adil dan makmur seperti PDI Perjuangan dan Partai Golkar bergabung ke dalam pemerintahannya jika ia dan Sandiaga Uno memenangkan Pilpres 2019, dinilai langlah baik untuk menjaga situasi politik tetap kondusif. Prabowo juga ingin menerapkan politik dewasa yang mengutamakan kesatuan bangsa.

Menanggapi hal ini, pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Silvanus Alvin mengatakan, ajakan itu menandakan Prabowo meyakini dirinya dan Sandiaga akan menang dalam Pilpres. Namun., yang jelas, ajakan Prabowo agar PDIP dan Golkar bergabung merupakan sebuah langkah yang baik untuk menjaga kondusifitas politik yang saat ini sedang memanas.

"Prabowo berarti sudah siap untuk menampung semua partai, termasuk yang di luar kubunya seperti PDIP dan Golkar," ujar Silvanus kepada Harian Terbit, Selasa (15/1/2019). 

Silvanus menilai, apa yang disampaikan Prabowo untuk mengajak dua partai oposisinya bergabung merupakan langkah yang  baik.  "Tapi sebelum Prabowo berpikir jauh untuk merayu PDIP dan Golkar, memang sebaiknya Prabowo fokus dulu pada debat perdana pada Kamis mendatang," jelasnya.

Silvanus menuturkan, ajakan Prabowo kepada PDIP dan Golkar yakni menerapkan politik dewasa yang mengutamakan kesatuan bangsa. Oleh karenanya semua politisi harusnya bisa meniru langkah Prabowo. Karena yang dilakukan Prabowo adalah perwujudan dari Sila Ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia. Sehingga apa yang dilakukan Prabowo memang patut ditiru, selama itu bukan hanya kata-kata belaka saja

Masalahnya, sambung Silvanus, apakah PDIP mau ikut bergabung dengan Prabowo.  Apalagi PDIP sudah teruji dua periode menjadi oposisi selama masa pemerintahan SBY.  Sementara untuk Golkar bisa jadi menerima ajakan Prabowo tersebut. Golkar bisa saja mengubah arah dukungan karena tidak ada sejarahnya Golkar menjadi oposisi pemerintah. "Prabowo harus berhati-hati. Terlalu jumawa dalam politik akan menyebabkan kekalahan," tegasnya.

Konsensus 

Sementara itu, pengamat politik Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, Sidratahta Mukhtar mengatakan, ajakan Prabowo agar PDIP dan Golkar bergabung jika menang Pilpres 2019 adalah pertanda bahwa kompetisi bakal lebih imbang sesuai analisa terkini dalam tiga bulan jelang Pilpres. Selain itu, pola kontestasi pemilu di Indonesia juga banyak kemiripan dengan praktek demokrasi presidensialisme Amerika karena sama-sama menggunakan pola demokrasi deliberatif yang syarat kebebasan dan debat publik pada semua tingkatan kehidupan bernegara dan masyarakat. 

*Penggunaan teknologi komunikasi seperti WA, instagram, twitter, FB dan lainya juga sama dengan tradisi politik Amerika. Secara normal, jika Prabowo ajak PDIP dan Golkar gabung berarti Prabowo ingin menggunakan jalan konsensus politik," paparnya.

Sidratahta menilai, meskipun publik di Indonesia menggunakan cara- cara liberal dalam kampanye dan kontestasi Pilpres. Namun publik di Indonesia  masih memiliki semangat gotong royong dalam mengelola negara, tak bersifat the winner take all(pemenang mengambil semua kursi/jabatan) tetapi etos kebangsaan dipakai oleh Capres Jokowi maupun Prabowo,yakni kebijakan negara yang didasarkan pada semangat kebersamaan.

"Semangat sebagai orang Indonesia yang jikalau memenangi pertarungan (Pilpres) tetap memikirkan lawan politik yang kalah. Ini yang saya sebut sebagai konsensus gotong royong politik Indonesia. Hal itu yang membuat bangsa kita survive ditengah gempuran globalisasi  dan geopolitik dunia yang dinamis," jelasnya.

Bahasa Politis

Pengamat politik dari  Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Masie mengatakan, Prabowo yang mengajak PDIP dan Golkar bergabung jika menang Pilpres 2019 merupakan bahasa politis saja sehingga siapapun bisa menyampaikannya. Prabowo memang punya segala cara menyampaikan bahasa non-verbal bahkan verbal.

"Bagi saya ini kurang elegan lantaran saat ini pertaruhan sedang alot impossible Gerindra dan PDI-P akan menyatu. Apalagi Golkar. Ini hanya bumbu politik saja sepertinya Prabowo sudah menang. Ini hanya senda gurau politik dari Prabowo saja," jelasnya.

Oleh karenanya, sambung Jerry, ajakan Prabowo kepada PDIP dan Golkar tidak akan terjadi, lantaran PDI-P dan Golkar bukan sekutu di parlemen namun oposisi. "Tapi sah-sah saja Prabowo  bicara begitu, ini kan hanya bangun opini publik," paparnya.

Jerry menegaskan, ajakan Prabowo terhadap PDIP dan Golkar tidak akan terjadi. Alasannya karena ada gengsi politik baik untuk Megawati maupun dari kubu Golkar.  Oleh karenanya keduanya akan sulit terjadi perkawinan politik. Sebagai Clinton di 171 pilkada 2018 lalu paling banyak Gerindra sama PKS, Demokrat dan PAN.

Kebangsaan

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menekankan tidak akan istirahat ataupun lelah sebelum seluruh rakyat Indonesia aman, adil, dan makmur. Untuk mewujudkan pekerjaan besar itu, Prabowo bertekad akan mengajak seluruh putra putri terbaik Indonesia yang punya otak terbaik bergabung ke dalam pemerintahannya jika ia dan Sandiaga Uno memenangkan pilpres 2019.

Tak hanya itu, Prabowo mengaku akan mengajak partai yang berseberangan dengan koalisi adil dan makmur untuk bergabung di pemerintahannya.

"Kami akan ajak gabung dalam pemerintahan ini, dari semua kalangan, bahkan dari partai yang mungkin berseberangan dengan kita," kata Prabowo saat pidato 'Indonesia Menang' di JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Prabowo memastikan tidak akan membedakan latar belakang politik, etnis dan warna baju politik jika mendapatkan mandat memimpin Indonesia. Termasuk, imbuh Prabowo, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ataupun Partai Golkar. Untuk itu Prabowo meminta pendukungnya untuk tidak menghina kelompok lain.

"Saya yakin dalam barisan PDIP banyak patriot hebat, di Golkar banyak patriot baik, dalam partai lain juga banyak orang baik. Kita akan ajak bekerja untuk rakyat. Saya minta pendukung kami jangan hina dan ejek orang lain," ujar Prabowo.

Dengan bergabungnya seluruh putra putri terbaik Indonesia itu, Prabowo yakin akan bisa mematahkan kajian strategis bangsa lain yang mengatakan Indonesia bisa bubar. "Kami ingin jamin hal itu tidak terjadi. Kami ingin Indonesia kekal, kuat, aman, adil, dan rakyatnya makmur. Kita akan bangun dan wujudkan cita-cita Indonesia menang," kata Prabowo.

Gugus tugas konten internet sebelumnya ada pada Pilkada 2015. Namun saat itu baru terdiri atas Bawaslu, Kominfo, KPU, dan kemudian diperluas lagi lembaga yang berada di gugus tugas tersebut. 



#Pilpres #Megawati #prabowo #partaipolitik

Komentar Anda
Komentar