Hello,

Reader

KPU: Daftar Caleg Koruptor Bakal Bertambah
KPU: Daftar Caleg Koruptor Bakal Bertambah

Jakarta, Hantar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan, jumlah calon legislatif (caleg) mantan narapidana korupsi berpotensi akan bertambah karena adanya data dari KPU daerah. Sebelumnya KPU telah mengumumkan daftar 49 nama caleg bekas napi korupsi yang mengikuti  Pemilu 2019. 

"Setelah kami mengumumkan  49 caleg eks koruptor) itu, kami juga menerima catatan dan masukan dari daerah. Ternyata ada nama yang belum masuk," ujar Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Arief mengatakan nantinya data dari KPU kabupaten/kota dan provinsi akan mengumpulkan nama-nama mantan napi kasus korupsi yang belum tercantum. Nama-nama ini akan kembali diumumkan ke masyarakat oleh KPU. 

Komisioner KPU Ilham Saputra juga mengatakan, daftar caleg mantan napi korupsi akan bertambah. "Iya berpotensi bertambah, kita tunggu kemudian data ini fix dulu, sudah selesai tanpa terlewatkan supaya tidak ada nanti perlakuan yang berbeda. Jangan nanti yang 49 ko diumumkan sisanya enggak," kata Ilham. 

Terpisah, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Yuris Rezha mengatakan, upaya KPU untuk  mempublikasian caleg mantan narapidana korupsi ini sangat baik, sebagai bentuk informasi kepada masyarakat.

Yuris menilai, kejahatan korupsi itu sangat dekat dengan melanggar kepercayaan publik, sehingga tidak patut ada mantan napi koruptor yang mencalonkan diri sebagai anggota perwakilan rakyat. Sayangnya politik hukum yang berlaku di Indonesia belum bisa menutup atau membatasi bagi mantan napi koruptor agar tidak bisa menjadi caleg. 

"Hari ini yang bisa dijadikan tumpuan tinggal masyarakat pemilih. Harapannya informasi dari KPU bisa dijadikan bahan untuk menelusuri rekam jejak caleg di masing-masing dapil. Minimal ketika masyarakat mengetahui ada caleg di dapilnya mantan terpidana korupsi, apalagi misalnya dia incumbent, bisa jadi pertimbangan untuk tidak dipilih kembali," paparnya.

Dewan Pembina Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (Gertak) Frans Immanuel T Saragih juga menyambut positif langkah KPU yang mengumumkan nama-nama caleg yang pernah menjadi napi dalam kasus korupsi. Oleh karena itu yang dilakukan KPU adalah awal yang bagus dalam memberikan informasi valid kepada masyarakat bahwa dari sekian banyak nama para caleg ada beberapa caleg yang memiliki catatan khusus pada beberapa waktu lalu. 

"Dengan adanya pengumuman dari KPU maka rakyat akan berfikir kembali untuk memilihnya," ujar Frans di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Sejauh ini, ada 49 nama caleg eks koruptor yang dirilis KPU. Dari 49 caleg itu, 9 merupakan caleg DPD, 16 caleg DPRD provinsi, dan 24 caleg DPRD kabupaten/kota.


#Pemilu #caleg #napi #koruptor #kpu

Komentar Anda
Komentar