Hello,

Reader

Uang dan Sembako Merusak Demokrasi
Ilustrasi pembagian sembako (ist)
Uang dan Sembako Merusak Demokrasi

Jakarta, HanTer - Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie mengakui tebar uang dan sembako yang dilakukan jelang Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 bisa merusak demokrasi yang saat ini sedang berkembang di Indonesia. Menurutnya, pembagian uang dan sembako yang videonya viral diduga dilakukan oleh oknum untuk menjatuhkan lawan politik. 
 
"Saya duga ini ada permainan di internal yang secara sengaja membuat peraga dan beras Jokowi. Saya duga ada pihak lain. Saya curiga dilakukan lawan politik untuk mengganggu pelaksanaan pilpres," ujar Jerry kepada Harian Terbit, Kamis (28/2/1019).
 
Jerry menilai, pembagian uang dan sembako merupakan kesalahan fatal. Karena jargon Pilpres 2019 ada logo beras. Oleh karena itu Jerry menyebut 
Pilpres 2019 merupakan politisasi pangan. "Harusnya pembagian uang dan sembako jangan dikaitkan dengan politik. Entah hoaks maupun bukan merek makanan dan minunam setidaknya jangan ada nuansa politis. Saya sebut pencitraan kerdil," tegasnya 
 
Atas dugaan pembagian uang dan sembako, hal ini kampanye hitam dengan menggunakan barang dan jasa selain atribut, iklan, baliho dan poster. 
 
Jerry pun menyarankan, jika ada yang coba memanfaatkan pilpres demi political interest and group interest atau  individual interest maka perlu diubah. Jangan coreng pilpres dengan permainan tak terpuji dengan cara membagikan uang dan sembako kepada rakyat.
 
Pelanggaran
 
Sementara itu, Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi mengatakan, disebarkannya kebutuhan pokok seperti beras dan alat peraga bergambar Capres dan Cawapres Jokowi - Ma'ruf Amin mirip dengan suasana Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta kemarin. Kala itu kubu petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menebar beragam sembako ke masyarakat di Kepulauan Seribu, Jakakta.
 
"Ini (tebar beras dan alat peraga bergambar Jokowi - Ma'ruf Amin) mirip Pilgub DKI. Hal ini pelanggaran. Mestinya Bawaslu menindak secara tegas," paparnya.
 
Kalau Bawaslu diam saja terkait tebar sembako dan amplop, Muslim menegaskan, jika Bawaslu diam atas pelanggaran, berarti Bawaslu setuju dengan cara tebar amplop dan bagi-bagi sembako itu. Harusnya sebagai lembaga pengawas pemilu bertindak atas adanya temuan pelanggaran yang bisa merusak pesta demokrasi.  "Jika Bawaslu tidak bertindak maka artinya tidak ada Bawaslu. Lalu untuk apa negara biayai Bawaslu," jelasnya.
 
Permintaan agar Bawaslu bertindak atas temuan pembagian sembako dan amplop juga disampaikan Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni. Menurutnya, Bawaslu sebagai lembaga pengawas harusnya cepat bergerak. Karena pemberian sembako kepada rakyat sudah melanggar UU Pemilu. 
 
"Tindakan (bagi-bagi sembako dan uang) tidak dibenarkan. Harus diusut dan diberikan sanksi yang tegas," paparnya  
 
Hoaks 
 
Sementara itu pengamat politik Indro Tjahyono mengemukakan, hingga saat ini belum ada indikasi uang dan sembako beredar yang dibagikan kedua paslon. Dana yang dikeluarkan baru untuk kampanye, khususnya yang dilakukan sendiri oleh capres dan cawapres.  Artinya tidak ada yang keluar dari organ relawan, karena dana mereka bersifat swadaya dan belum menerima dari TKN atau BKN. 
 
“Kalau sekarang ramai di setiap Dapil ada kumpul-kumpul warga, itu adalah akibat kampanye calon legislatif. Mereka pun dananya terbatas dan tidak mungkin bagi-bagi uang dan sembako. Yang dibagikan adalah APK (alat peraga kampanye) berupa kaos, kalender, stiker dan lainnya,” ujar Indro kepada Harian Terbit, Kamis (28/2/2019).

Menurut Indro, mengapa sekarang tidak ada uang dan sembako yang dibagikan adalah karena keterbatasan dana dan ketatnya pengawasan oleh KPU. Masyarakat kelihatannya tidak lagi menuntut macam-macam untuk memilih dalam Pemilu. Tetapi mungkin saja saat terakhir masih ada serangan fajar, tetapi kalau memberikan sembako kemungkinannya sangat kecil. “Foto-foto yang beredar tentang pembagian sembako saat ini adalah hoaks,” papar Indro.


#Pilpres #caleg #sembako #bawaslu

Komentar Anda
Komentar