Hello,

Reader

Strategi Kampanye Prabowo-Sandi Lebih Unggul
Strategi Kampanye Prabowo-Sandi Lebih Unggul

Jakarta, HanTer - Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengakui setiap hari isu yang diangkat tim pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo - Sandi memang selalu menjadi trending di media sosial seperti Twitter. Tidak heran beragam isu yang diangkat Prabowo - Sandi kerap menjadi tagar karena banyak dinikmati oleh para netizen. Bahkan kampanye Prabowo - Sandi juga masuk Google Trends yakni Prabowo 69,38% Vs Jokowi 30,63% Vs Prabowo 69,38%.

"Artinya tim sosmed 02 aktif. Mereka kreatif dan mengungguli 01," ujar Heru Sutadi kepada Harian Terbit, belum lama ini.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute ini mengakui, untuk setiap isu menjadi trending di medsos memang membutuhkan proses yang panjang. Oleh karenanya isu yang menjadi trending bukan karena permainan tim medsos. Karena setiap isu yang diangkat harus ada influencer dan konstituen yang menyambut dengan retweet atau reply. Sehingga semakin diretweet atau direply maka isu tersebut bisa menjadi semakin viral.

"Artinya tim medsosnya kuat dalam mengkampanyekan calonnya," tandasnya.

Heru menuturkan, beberapa kampanye pasangan 01 juga menjadi trending topic tapi dari jumlah tagar kalah dan response netizen juga tidak sebanyak pasangan 02.  “Sesuatu isu menjadi trending topik karena memang dilakukan secara alamiah. Walaupun tetap ada bot di kedua kubu yang dilakukan bukan orang atau satu orang yang mempunyai beberapa akun dalam satu aplikasi,” paparnya.

Unggul

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Sidratahta Mukhtar mengatakan, sulit dibantah bahwa trend kampanye Prabowo - Sandi memang naik. Kenaikan trend ini berbanding lurus dengan elektabilitasnya yang semakin mendekati Jokowi. 

Sidratahta menilai, naiknya trend kampanye Prabowo - Sandi karena ditopang dengan strategi kampanye yang unggul. Apalagi sebagai oposisi, Prabowo - Sandi juga banyak menyoroti kelemahan-kelemahan dari pemerintahan Jokowi. Akibatnya, Jika dibandingkan dengan SBY pada periode kedua justru elektabilitas sangat tinggi. Sementara elektabilitas Jokowi justru hampir imbang dengan posisi.

"Ini (elektabilitas) sebuah warning bagi incumben Jokowi. Jika petahana  ingin meenaikkan elektabilitas lagi maka strategi pemilu ini harus diperbaiki, " paparnya.



#Pilpres #prabowo #sandiaga #ulama

Komentar Anda
Komentar