Hello,

Reader

Demokrat Tak Akan Tinggalkan Koalisi Adil dan Makmur
Wakil Sekretaris Jenderal atau Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik
Demokrat Tak Akan Tinggalkan Koalisi Adil dan Makmur

Jakarta, HanTer - Isu keretakan di koalisi Indonesia Adil dan Makmur sempat mengemuka. Bahkan disebutkan, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD) siap hengkang dari koalisi yang mengusung Capres-Cawapres nomor urut 02 tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal atau Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik menepis isu partainya akan bergabung dengan koalisi pendukung Joko Widodo atau Jokowi. Ia menegaskan Partai Demokrat tetap menjadi bagian dari kubu Prabowo Subianto di bawah Koalisi Adil Makmur.

Bahkan, Rachlan mengklaim partainya adalah partai yang kritis bukan oportunis. Ia menegaskan tidak akan meninggalkan koalisi Prabowo-Sandi karena disebutnya sedang dalam kesulitan.

"Partai Demokrat adalah bagian dari koalisi Prabowo-Sandi. Kami dikenal sebagai anggota koalisi yang kritis -- bukan oportunis. Kami tidak meninggalkan kawan yang sedang mengalami kesulitan," kata Rachland di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Rachlan juga mengatakan, pada cuitan selanjutnya, di dalam Koalisinya Partai Demokrat tidak hanya sekadar mengulurkan tangan. Namun akan mengingatkan atau memperingati tindakan koalisinya dalam berpolitik.

Ia menegaskan, kubu Prabowo-Sandi hanya akan melakukan jalan yang sesuai dengan konstitusi dalam memperjuangkan keadilan.

“Sebagai kawan, Demokrat tak cuma mengulurkan tangan, tapi juga tak segan mengingatkan, apabila diperlukan, bahwa hanya ada jalan konstitusional bagi Prabowo-Sandi untuk memperjuangkan keyakinan dan keadilan,” kata Rachland.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menegaskan tak ada pembicaraan di dalam internal partai untuk berpindah ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin dan meninggalkan koalisi pendukung Prabowo-Sandi.

"Posisi partai demokrat ada di situ, tidak keluar dari koalisi adil makmur dan tidak berfikir ke manapun saat ini, sampai kompetisi Pilpres selesai. Seperti itu posisi Demokrat," ujarnya di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Ia menjelaskan, partainya saat ini fokus mengawal proses rekapitulasi suara Prabowo-Sandi setelah penyelengaraan Pemilu 2019. Pembicaaraan pergeseran koalisi pun diklaim Ferdinand tidak pernah sedikitpun dilakukan oleh internal partai.

"Saat ini demokrat tetap membantu Prabowo-Sandi menyelesaikan kompetisi Pilpres. Tidak ada yang bicara koalisi ke manapun. Partai Demokrat tetap berada di dalam Koalisi Adil Makmur," terangnya.


#Demokrat #SBY

Komentar Anda
Komentar