Hello,

Reader

Caleg DPR-RI dan DPRD Provinsi Dapil Surabaya dan Sidoarjo Dilaporkan ke KPK
Caleg DPR-RI dan DPRD Provinsi Dapil Surabaya dan Sidoarjo Dilaporkan ke KPK

Jakarta, HanTer - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan mengusut adanya dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh calon anggota legislatif (caleg) kepada penyelenggara Pemilu di Daerah Pemilihan (Dapil) Surabaya dan Sidoarjo. Sehingga proses keadilan dan kejujuran bisa terwujud di alam demokrasi Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Lembaga Informasi Masyarakat Lisman Hasibuan usai melaporkan adanya dugaan Gratifikasi ke KPK yang di lakukan oleh Caleg DPR RI berinisial AK bersama-sama dengan BP dan Rekan rekannya di Dapil Surabaya dan Sidoarjo kepada pihak penyelenggara Pemilu. 

Akibat adanya dugaan gratifikasi tersebut, Lisman menyatakan perbuatan itu merusak pesta demokrasi yang seharusnya jujur dan adil.

Hal ini mengakibatkan dugaan tindak pidana korupsi yaitu gratifikasi yang mengakibatkan perbuatan curang yang disengaja untuk memenangkan Caleg DPR-RI inisial AK, Caleg DPRD Provinsi inisial BP dan Caleg-caleg DPRD Kota yang sudah diatur dalam persengkongkolan tercela ini dimana hal ini merusak Proses Demokrasi 17 April 2019 pekan lalu.

"Barang bukti yang diserahkan berupa dokumen-dokumen, pengakuan saksi-saksi dan atau dari pihak penyelenggara dalam bentuk tertulis maupun rekaman video dan audio." kata Lisman

Lisman mengungkapkan penyelenggaraan Pemilu 17 April lalu di Surabaya dan Sidoarjo pihaknya banyak mendapat informasi. Terjadinya dugaan kecurangan yang Tersistim, Terstruktur dan Masif alias (TSM) akibat hasil dari bentuk suap menyuap yang mengakibatkan perubahan suara pada DCT.


#Kpk #caleg #dpr #dprd #kpu

Komentar Anda
Komentar