Hello,

Reader

Dirut Medco: Kebijakan Bisnis Karen Dipidana, Industri Migas Nasional Ketar-ketir
Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (16/5/2019).  Foto: Medcom
Dirut Medco: Kebijakan Bisnis Karen Dipidana, Industri Migas Nasional Ketar-ketir

Jakarta, HanTer -- Investasi PT Pertamina (Persero) dalam akuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG) dinilai sebagai salah satu risiko dari industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Karenanya, tudingan korupsi kepada mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan sangat mengkhawatirkan bagi industri migas nasional.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), mengatakan apa yang terjadi dengan Blok BMG murni risiko bisnis yang umum dihadapi korporasi. 

“Tentunya, tidak ada korporasi yang sengaja produksi diturunkan. Jadi ini murni risiko bisnis,” kata Hilmi usai memberikan kesaksian dalam sidang Karen Agustiawan mantan Direktur Utama Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Hilmi menambahkan, dalam kasus dugaan korupsi yang menimpa Karen, kerugian negara yang disangkakan tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Pasalnya, kerugian bukan hanya dari satu proyek, tapi harus dilihat di tahun itu ada berapa keberhasilan ada berapa kegagalan.

''Secara keseluruhan Pertamina masih mencetak keuntungan. Itulah nature bisnis migas ada dryhole ada sumur pengembangan gagal, ada yang berhasil, dan yang berhasil jauh lebih banyak dan hasilnya apa, untung besar Pertamina kan,” jelasnya.

Karenanya, lanjut Hilmi, dipidanakannya Karen atas keputusan investasi Pertamina di Blok BMG adalah preseden buruk. Terlebih di industri migas yang penuh akan risiko usaha.

Due dilligence dalam investasi Pertamina di sana pasti sudah dilalui termasuk mitigasi terhadap resiko usaha pasti sudah dilakukan.  Bahwa apabila produksi tidak sesuai harapan adalah bagian dari resiko bisnis migas.

“Ini berikan gelombang preseden buruk bahwa keputusan aksi korporasi bisa berakhir di ranah pidana, kecuali kalau ada fraud ya, ada conflict of interest. Tapi Selama keputusan diambil dengan intensi baik untuk kepentingan perusahaan kegagalan bisa diterima. Paling tidak industri migas lihat ini (kasus Karen) sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan,” kata Hilmi.

Karen ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus akuisisi 10% hak partisipasi Blok BMG di Australia pada 2009 dari Roc Oil Company Limited (ROC).
 


#KarenAgustiawan #Pertamina #ProyekBMG

Komentar Anda
Komentar