Hello,

Reader

TAJUK: Aksi Begal Merajalela, Warga Resah
Rekaman aksi begal sadis
TAJUK: Aksi Begal Merajalela, Warga Resah

Begal (perampok) jalanan tetap eksis.  Keberadaan mereka seakan tak tersentuh, terus beraksi. Maka, korban terus berjatuhan. Kini, kenyamanan dan keamanan warga terancam.Tidak sedikit korban dilikuai hingga meninggal dunia. Warga tidak berani lagi keluar rumah di malam hari. Takut menjadi korban begal yang semakin sadis.

Aksi begal sudah menteror warga. Baru-baru ini, seorang pria bernama Reza mengunggah video dalam @rzamotovlog yang diunggah sekitar pukul 03:00 WIB hari Rabu. Dalam video berdurasi 57 detik yamg berlolasi di sekitar Gandaria City tersebut, terlihat korban yang tengah menggunakan sepeda motor sport berjalan malam hari, tiba-tiba didekati oleh dua pria dengan satu motor berusaha mengambil sesuatu di motor korban yang kemungkinan adalah kunci motor korban.

Akan tetapi, kedua orang itu tidak berhasil mengambil kunci motor korban. Tak berselang lama, datang tiga orang di atas satu sepeda motor, namun korban segera bergerak cepat meninggalkan kelima orang tidak dikenal tersebut.

Dalam unggahannya, korban juga menuliskan pesan bagi para pengunjung akunnya: "Selamat pagi bapak ibu. Dimohon untuk berhati2 jika berkendara larut malam, karna saya baru saja mengalami aksi pembegalan yang terjadi pukul 01.00 dinihari tadi di sekitar Gandaria City. Alhamdulillah saya bisa lolos. Pelaku berjumlah 5 orang dengan 2 motor, terlihat jelas di kamera.

Saat ini Polda Metro Jaya mempelajari video viral di sosial media Instagram terkait percobaan perampasan sepeda motor di jalanan oleh beberapa orang.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya mempelajari video tersebut.

Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Riau Dr Erdianto Effendi mengatakan, maraknya kasus pebegalan saat ini antara lain akibat lemahnya penegakan hukum.

Menurut dia, begal adalah kejahatan konvensional, dan terus terjadinya kejahatan konvensional itu disebabkan lemahnya pengawasan masyarakat dan lemahnya penegakan hukum.

Kita tentu prihatin dengan aksi begal yang makin marak. Aparat kepolisian harus segera memberantas semua pelakunya. Apabila kepolisian tidak bertindak, jangan salahkan warga jika main hakim sendiri. Mereka bertindak anarkhis dengan membakar pelaku pembegalan sampai gosong, seperti yang terjadi di Pondok Aren, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Pembakaran ini merupakan ekspresi kekesalan masyarakat.  Masyarakat puas karena menghabisi begal yang sudah sangat meresahkan. Di samping itu, masyarakat juga kurang percaya terhadap proses hukum. 

Harapan kita, polisi untuk tetap waspada dan terus memberantas segala macam bentuk kejahatan. Jangan sampai kalah sama penjahat Polisi harus 
terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga.

Kita akui, Polisi sudah bertindak. Beberapa begal motor telah ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Sayangnya, tindakan represif yang dilakukan ternyata tak memberi efek jera. Pemain baru terus bermunculan sehingga menjadi horor bagi masyarakat.

Pilihannya adalah tembak di tempat, sehingga mereka jera. Tentu saja upaya preventif harus menjadi prioritas dalam mencegah kejahatan Siskamling harus dihidupkan kembali di setiap kawasan. Cara terbaik adalah menjadikan warga sebagai polisi bagi dirinya sendiri.

Sebaiknya penembak jitu disebar di titik-titik rawan. Jangan ragu melumpuhkan jika ada begal yang kepergok sedang beraksi. Ini demi memberi efek jera agar begal tak mengulangi perbuatannya.  Tentu saja partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk membasmi begal.  Sebaiknya, jika tidak terlalu penting, hindari atau kurangi berkendara malam hari, atau melewati tempat sepi sendirian. 

Selain itu, petugas Kepolisian harus menggencarkan patroli di lokasi rawan kejahatan. Tujuannya agar pergerakan para kawanan begal dapat dipersempit. Targetnya adalah menghilangkan kasus pembegalan dengan penindakan dan sosialisasi intensif kepada masyarakat untuk mencegah jatuhnya korban. Waspadalah…Waspadalah…Waspadalah…!


#Begal #polisi

Komentar Anda
Komentar