Hello,

Reader

Prabowo: Yang Benar Pasti Menang

Calon presiden Prabowo Subianto yang berniat membesuk koleganya Eggi Sudjana, Lieus Sungkharisma dan Permadi akhirnya meninggalkan nasi padang yang dibawanya pada keluarga Eggi Sudjana yang kini tengah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Hal tersebut dilakukan Prabowo Subianto karena dirinya yang didampingi oleh rombongan yang menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, terdiri dari dirinya, Fadli Zon, Amien Rais, Titiek Soeharto, Neno Warisman, Tedjo Edy, Sudirman Said, Syafri Syamsudin, Agus Sutomo, Imam Sufaat, Sofyan Jacob dan lainnya yang datang ke Mapolda Metro Jaya Senin malam pukul 20:45 WIB, tidak bisa masuk ke Rutan Polda Metro Jaya karena waktu besuk telah habis.

"Ini keluarganya mana?," tanya Prabowo pada para pengawalnya.

"Ada," kata salah satu pengawal yang diikuti oleh majunya seorang pemuda yang mengaku kemenakan Eggi Sudjana.

"Kita ingin tinggalkan makanan sahur ya (nasi padang), kamu dan keluarga sabar yaa yang benar pasti menang, yang benar pasti menang," kata Prabowo pada pemuda itu.

Sebelumnya, Prabowo sempat berniat akan membesuk koleganya, Eggi Sudjana, yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya karena waktu besuk sudah habis.

"Mohon maaf untuk malam ini tidak bisa lagi membesuk, SOP-nya seperti itu, aturannya seperti itu, mohon dimengerti, jika mau membesuk mohon bapak-bapak bisa datang esok pagi untuk besuk," kata Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, AKBP Barnabas S Imam.

Prabowo berusaha bernegosiasi dengan petugas Rutan Polda dengan alasan kemanusiaan. Namun Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tidak memaksakan kehendaknya.

"Iya SOP kan dibuat untuk ada kelonggaran kita bisa beri suatu asas pertimbangan kemanusiaan. Tapi kita hormati kewenangan saudara, kita hormati saudara," ujar Prabowo.

Kendati demikian, Prabowo memohon pada Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya untuk mengayomi tahanan yang berada di Rutan Polda Metro Jaya terutama Eggi Sudjana. "Kami jamin Eggi aman di sini semua kebutuhannya kami layani," ujar Barnabas.

Selanjutnya Prabowo dan rombongan menanyakan keadaan rekannya yang lain yakni Permadi dan Lieus Sungkharisma.

"Mohon dipertimbangkan waktunya, pemeriksaan masa malam-malam ini bapak-bapak sudah berumur lo. Permadi itu hampir 80 tahun lo, jadi mohon pertimbangannya," kata Prabowo.

Namun Barnabas yang menjadi lawan bicaranya tidak bisa berkata apapun karena hal tersebut bukan kewenangannya.

Akhirnya rombongan Prabowo meninggalkan Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 21:30 WIB dengan kawalan pengawal dan media yang menyemutinya.

Bantuan Hukum 

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menawarkan bantuan hukum untuk Lieus Sungkarisma. "Terkejut dan baru tahu dari media. Jika beliau belum ada lawyer, kami tawarkan bantuan hukum bagi beliau untuk menjalani proses ini," ungkap kata anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Habiburokhman menyebut, bukan hanya dari BPN saja yang siap membantu Lieus. "Nggak hanya dari BPN, ada banyak rekan-rekan lawyer yang siap mendampingi beliau," sebutnya.

Lieus dilaporkan terkait dugaan makar. Laporan terhadap Lieus terdaftar dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

Adapun perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

Penyidik Bareskrim Polri kemudian memanggil Lieus untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut. Namun Lieus mangkir dari pemeriksaan polisi dengan alasan belum memiliki pengacara untuk mendampinginya.



#Prabowo #eggisudjana #lieus #permadi

Komentar Anda
Komentar