Hello,

Reader

Pasca pemilu, Anggota FPI Wilayah Kampung Melayu Imbau Hindari Konflik di Tengah Masyarakat
ilustrasi
Pasca pemilu, Anggota FPI Wilayah Kampung Melayu Imbau Hindari Konflik di Tengah Masyarakat

Jakarta, HanTer – Seperti sudah diperkirakan situasi politik di Indonesia sebelum dan sesudah Pemilu masih tetap memanas. Bahkan, tensinya semakin hari terasa bak meteor jatuh yang bisa meletup kapan saja. Namun, hal itu sebenarnya bisa diatasi jika masing-masing pihak bersikap bijak.
Kini penentuan siapa Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2014 ditentukan oleh penghitungan akhir Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diputuskan pada 23 Mei 2019. 

Namun, beberapa hari sebelum pengumuman, Bawaslu sempat menyatakan KPU bersalah dalam pengimputan data sehingga membuat kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi minta keadilan terhadap hal tersebut.

Tak heran, jika kondisi ini jadi tambah memanas karena pihak BPN merasa dirugikan. Sehingga mereka berencana menggelar unjuk rasa di depan KPU terhadap dugaan kecurangan tersebut.

Kendati demikian, Capres 02, Prabowo Subianto sempat menyampaikan pesan damai jika terjadi aksi damai. 

"Karena itu, Saudara sekalian, Sahabat-sahabatku, apa pun tindakan dan aksi dan kegiatan yang Saudara-saudara ingin lakukan besok, kalau mereka... kalau Saudara-saudara sungguh-sungguh mau mendengarkan saya, saya terus imbau agar semua aksi, semua kegiatan, berjalan dengan semangat perdamaian. Langkah kita adalah langkah konstitusional, langkah demokratis, tetapi damai tanpa kekerasan apa pun," kata Prabowo dalam video yang disampaikan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Selasa (21/5/2019) dini hari.

Hal senada diungkapkan anggota Front Pembela Islam wilayah Kelurahan Kampung Melayu, Slamet Riyadi yang mengimbau masyarakat luas untuk jaga persatuan dan kesatuan bangsa, jaga stabilitas kamtibmas pasca pemilu 2019. “Menghindari konflik horisontal di tengah-tengah masyarakat,” katanya. 
 


#FPI #Kampung #Melayu #Hindari #Konflik

Komentar Anda
Komentar