Hello,

Reader

 Buku Dialog Tanya Jawab Migas: Menjawab Pertanyaan Publik Soal Tata Kelola Migas 
Dikusi buku Dialog: Tanya Jawab Migas, karya A Rinto Prihantono, Kepala Cabang SKK Migas Papua dan Maluku. Turut hadir Ketua Forum Jurnalis Jakarta, Ahmad Yuslizar dan praktisi buku yang juga penulis, Afriyadi Ajo di Jakarta, Rabu (29/5/2019).
Buku Dialog Tanya Jawab Migas: Menjawab Pertanyaan Publik Soal Tata Kelola Migas 

Jakarta, HanTer - Sosialisasi tentang kondisi minyak dan gas bumi perlu disampaikan ke masyarakat. Sebab, masih banyak yang meyakini Indonesia adalah negeri penghasil migas terbesar.

Hal itu disampaikan penulis buku Dialog: Tanya Jawab Migas, A Rinto Pudyantoro. Menurut Rinto, masyarakat atau publik perlu disampaikan tata kelola migas. Sehingga tidak menimbulkan perdebatan yang sistemik di masyarakat.

"Buku ini ditulis dengan gaya penulisan yang soft tapi juga lugas. Buku ini berisi 250 pertanyaan tentang migas," kata A Rinto Prihantono, Kepala Cabang SKK Migas Papua dan Maluku dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Rinto menambahkan, sosialisasi migas bisa dilakukan lewat diskusi diskusi hanya saja tidak bisa terus menerus. Sementara lewat buku yang bisa dibawa pulang bisa berkepanjangan. 

"Kalau ada yang tidak tuntas, maka bisa dibuka lagi dan dicari hal hal yang sifatnya masih pertanyaan," ungkapnya.

Sementara praktisi buku yang juga penulis, Afriyadi Ajo mengatakan, buku ini bisa dibaca untuk berbagai kalangan. 

"Cocok untuk semua usia. Bahkan bagi yang ingin menjadi pelaku migas, tidak perlu puluhan tahun bergelut di sektor migas. Cukup baca buku ini," tegasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Jurnalis Jakarta, Ahmad Yuslizar berpendapat gaya penulisan buku Dialog Tanya Jawab Migas mengalir dan tidak menjenuhkan.

"Hebatnya penulis buku ini berlatar belakang akuntan. Tapi  beliau mampu menulis buku yang komperehensif. Saya kira buku ini sangat bisa menjadi referensi pelaku migas," pungkasnya.


#Dialog:TanyaJawabMigas #SKKMigas

Komentar Anda
Komentar