Hello,

Reader

Pengamat: Pernyataan Menhan Patut Diapresiasi
Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu (ist)
Pengamat: Pernyataan Menhan Patut Diapresiasi

Jakarta, HanTer - Direktur Eksekutif Institute for Policy Studies, Muhammad Tri Andika, mengapresiasi sikap Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, yang menanggapi santai adanya ancaman terhadap beberapa nama pejabat yang sempat jadi sasaran pembunuhan.

Ia menilai, pernyataan Ryamizard tersebut dianggap sebagai penyejuk ditengah suhu politik yang makin memanas.

"Langkah ini patut diapresiasi. Ini statement yang menyejukan ditengah situasi politik yang tidak kunjung reda," ujarnya di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Andika menyarankan, semua pihak dapat menahan diri. Khususnya, para penyelenggara negara. Sebab, lanjut dia, pernyataan dan sikap para penyelenggara negara berkaitan langsung pada tingkat kepercayaan masyarakat.

Dirinya juga menyinggung tentang besarnya jumlah tarikan tunai masyarakat yang mencapai 185 triliun rupiah.

"Hingga hari ini tercatat masyarakat melakukan tarik tunai hingga 185 trilyun. Hal ini bukan semata-mata hanya karena berdekatan dengan lebaran dan faktor libur panjang. Saya menilai adanya kekhawatiran masyarakat terkait kondisi perpolitikan yang tidak kunjung reda. Ditambah statement yang menakutkan dari beberapa penyelenggara negara. Maka saya katakan pernyataan Pak Menhan yang menyejukkan patut diapresiasi," ujar Andika.

Pengamat Politik ini juga mengatakan bahwa, niat Kapolri dan jajarannya dalam mengungkap adanya dugaan pembunuhan tersebut sebenarnya baik, agar masyarakat mendapat informasi seutuhnya. Namun timing penyampaiannya yang kurang tepat.

"Saya yakin niatnya baik, hanya timing nya kurang pas. Saya harap para penyelenggara negara bisa memilah apa yang harus disampaikan, dan apa yang tidak. Saat ini sebagian besar masyarakat memfokuskan perhatiannya pada proses MK. Apakah gugatan Prabowo Sandi diterima atau tidak. Jika diterima bagaimana?. Jika tidak bagaimana? Ini saja sudah membuat kekhawatiran di masyarakat. Penarikan uang tunai secara besar tadi saya kira jangan dianggap remeh," ujar Dosen Politik Internasional ini.

Ketika ditanya prediksinya tentang gugatan Prabowo Sandi ke MK, Andika mengatakan agar menyerahkan semua keputusan kepada Hakim MK. Namun, dirinya berharap agar gugatan tersebut diterima.

"Mari kita serahkan kepada Hakim MK. Namun saya berharap gugatan tersebut dapat diterima, agar banyak hal yang menjadi misteri selama ini dapat terungkap. Seperti dugaan 17,5 DPT bermasalah, Tidak singkronnya situng KPU, keberpihakan banyak Kepala Daerah yang cukup masif, serta banyak hal lainnya. Masyarakat juga menunggu apa sebenarnya kebenaran tentang poin-poin tersebut. Ini bukan serta merta tentang 01 atau 02, namun ini tentang mengungkap banyaknya misteri yang menjadi perbincangan diruang publik" tutup Andika.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu dalam keterangan persnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian membeberkan nama pejabat yang jadi sasaran pembunuhan, diantaranya adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, dan stafsus Presiden Gories Mere. Selain itu, kelompok pengancam juga menargetkan pimpinan lembaga survei.

Menangapi pernyataan tersebut, Menteri Ketahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa ancaman tersebut hanya sebatas omongan saja.

"Saya rasa ndak lah. Masa sebagai bangsa, mungkin ngomong aja tuh. Ya biasalah 'ntar gue gebukin lo', kan belum tentu digebukin. Begitu kan?," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).


#Menhan #Ryamizard #Ryacudu #teror #pejabat #pemilu #tokoh

Komentar Anda
Komentar