Hello,

Reader

JP3T Dukung Sikap Kemenkes dan Kemkominfo Blokir Iklan Rokok di Internet 
Ilustrasi iklan rokok
JP3T Dukung Sikap Kemenkes dan Kemkominfo Blokir Iklan Rokok di Internet 

Jakarta, HanTer - Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T) mendukung dan memuji sikap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memblokir iklan rokok di media internet. Apalagi Riset Kesehatan Dasar 2018 menyatakan bahwa terjadi peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10 – 18 tahun dari 7,2% di tahun 2013 menjadi 9,1% di tahun 2018.

Dete Aliah, Project Leader JP3T bahwa Essential Insight Into Internet, Social Media, Mobile and E-Commerce Use Around the World yang diterbitkan pada 30 Januari 2018 lalu menyatakan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktunya selama 3 jam 23 menit dalam sehari utk mengakses sosial media atau internet. 

“Dengan jumlah populasi 265 juta, artinya 265 juta rakyat Indonesia terinfo tentang iklan rokok yang dipromosikan lewat internet," ujar Dete Aliah di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Dete menilai, strategi promosi rokok tersebut sangat efektif untuk mencapai masyarakat sampai ke pedesaan, baik dewasa maupun anak-anak, lelaki maupun perempuan. Hal ini bisa mendorong orang-orang untuk tergoda mengkonsumsi rokok. 

“Untuk itu, kami mendukung inisiatif Kemenkes dan Kemkominfo untuk memblokir iklan rokok di internet. Kebijakan ini sangat penting untuk melindungi masyarakat, terutama perempuan dan anak dari paparan iklan rokok dan melindungi kesehatan mereka dari bahaya rokok," jelasnya.

Lebih lanjut Dete mengatakan,  pemblokiran iklan rokok di Internet ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif  Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan ”* Ucapnya mengakhiri pembicaraan. 

Seperti diketahui bahwa Kementerian Kesehatan meminta Kemkominfo untuk memblokir iklan rokok di media internet. Permintaan Kemenkes itu disampaikan melalui Surat Menteri Kesehatan RI kepada Menteri Kominfo RI No TM.04.01/Menkes/314/2019 perihal Pemblokiran Iklan Rokok di Internet diterima oleh Kemkominfo tertanggal 10 Juni 2019. 

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menegaskan permintaan pemblokiran ini merupakan upaya untuk menurunkan prevalensi merokok pada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Data mengenai tingkat prevalensi perokok anak dan remaja menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. 


#IklanRokok

Komentar Anda
Komentar