Hello,

Reader

Beragam Persembahan Saat Aksi Damai di Sekitar MK, Emak-emak Menangis Sampai Pembacaan Kita Suci Al Quran
Beragam Persembahan Saat Aksi Damai di Sekitar MK, Emak-emak Menangis Sampai Pembacaan Kita Suci Al Quran

Sejumlah elemen menggelar aksi damai di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK) saat berlangsung persidangan gugatan hasil pilpres 2019 di Gedung MK. Berbagai persembahan dilakukan mereka dalam aksinya, mulai membaca kitab suci Al Quran, emak-emak menangis, sampai atraksi yang dilakukan massa mengatasnamakan Gerakan Pengusir Setan (GPS).

Sejumlah massa aksi tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat terlihat membaca kitab suci Al Quran disela-sela aksi damai disekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Selasa.

Masa aksi tersebut berasal dari solidaritas alumni Universitas Indonesia (UI) yang berkumpul sekitar 100 meter dari depan gedung MK. Selain membaca Al Quran, sejumlah masa aksi juga melakukan orasi, menuntut keadilan hasil Pemilu dan berharap MK dapat memberikan putusan yang adil.

Masa aksi juga membawa sejumlah poster yang mengutip beberapa isi kitab suci di antaranya "janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan (Imamat: 19:15)". Tepat pukul 11.30 WITA, massa aksi membubarkan diri menuju Masjid terdekat untuk melaksanakan Shalat Dzuhur.

Ditempat yang sama juga digelar aksi damai dari Komunitas pencinta superhero Indonesia menyampaikan pesan agar semua pihak lebih mengutamakan perdamaian bangsa dibandingkan harus terlibat konflik pemilu yang kini memasuki tahapan sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami hadir memakai kostum superhero supaya menarik perhatian masyarakat, kami sampaikan seruan perdamaian," kata Koordinator Komunitas pencinta superhero Indonesia, Riko Maukaro saat aksi di sekitar Tugu Patung Kuda, Jakarta.

Tangisan Emak-emak

Aksi demo kembali dilakukan oleh sekelompok emak-emak di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa, 18 Juni 2019.  Dalam demo di MK terlihat air mata menetes di wajah emak-emak saat mendengarkan orasi dari mobil komando.

Sementara itu, sekelompok massa yang menamakan Gerakan Pengusir Setan (GPS) melakukan aksi demonstrasi di sekitaran Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa 18 Juni 2019.

Para pengusir setan beramai-ramai berjalan menuju arah Patung Kuda sembari melakukan aksi teatrikal sampai ke dekat Gedung MK. GPS memperlihatkan aksi ritual mengusir setan yang mereka anggap sudah merusak demokrasi di Mahkamah Konstitusi.

"Kelompok gelap yang tidak kita ketahui harus diusir semuanya. Mereka adalah lingkaran gelap yang selalu mengganggu negeri ini," ujar salah satu orator, seperti dilansir Tagar.id.


#Sidang #mk #pilpres #prabowo #jokowi

Komentar Anda
Komentar