Hello,

Reader

GMF Incar Dana Rp500 Miliar untuk Pengembangan Usaha
GMF Incar Dana Rp500 Miliar untuk Pengembangan Usaha

Jakarta, HanTer - PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk tengah mengincar dana segar senilai Rp500 miliar melalui pasar modal. Dana segar tersebut nantinya akan digunakan sebagai modal kerja dalam mengerjakan perawatan mesin pesawat. Selain itu sama segar juga diperlukan untuk melakukan ekspansi dalam pengembangan workshop agar lebih kompetitif dalam melakukan perawatan mesin pesawat yang menjadi fokus perseroan pada tahun ini.

Direktur Keuangan GMF, Edward Okky Avianto mengatakan, perseroan menyiapkan skema pendanaan melalui pasar modal. Dia mengungkapkan bahwa emiten berkode saham GMF tersebut akan menambah porsi kepemilikan saham publik sebanyak 15% hingga 20%. Namun, saat ini skema tersebut masih digodok bersama dengan pihak underwriter.

Selain menunggu kondisi pasar yang lebih stabil, perseroan masih menunggu harga saham GMF untuk menyentuh harga yang sama saat menggelar initial public offering (IPO) yakni pada harga Rp400 per saham. “Rights issue-nya sepanjang market-nya bullish, tapi enaknya nunggu dulu harga kami stabil ke Rp400 baru kami mau coba rights issue,” ujar Edward saat menggelar hal bihalal dengan media massa di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Edward menuturkan, saat ini GMFI juga menyiapkan aksi korporasi lainnya yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Edward mengatakan bahwa perseroan tidak menutup kemungkinan untuk memanfaatkan fasilitas pinjaman dari pihak perbankan dan skema pendanaan lainnya.

“Jangka pendeknya kami mau buka kaya obligasi, DIRE, segala alternatif pendanaan kami jajaki,rights issue, reksadana, private placement,” jelasnya.

Edward mengungkapkan, dana tersebut akan digunakan perseroan sebagai modal kerja dalam mengerjakan perawatan mesin pesawat. Selain itu, perseroan melakukan ekspansi dalam pengembangan workshopyang dimiliki saat ini agar dapat lebih kompetitif dalam melakukan perawatan mesin pesawat yang menjadi fokus perseroan pada tahun ini.

“Kemudian waktu pengerjaan perbaikan mesin itu selama 6 bulan jadi modal di awalnya besar. Jadi belanjanya juga harus dari awal. Uang untuk membelanjakan harus siap sedia,” paparnya.

Sementara itu Director of Business and Base Operation GMF, Tarzan Marta mengatakan, tahun ini GMF akan mengembangkan bisnisnya tidak hanya melayani perawatan (maintenance), perbaikan (repair), dan pemeriksaan (overhaul) pesawat biasa, namun juga pesawat militer untuk keperluan tempur. Hal tersebut dilakukan karena tahun ini GMF sudah masuk industri MRO di bidang pertahanan. 

"Kita sudah resmi jadi penyedia perawatan untuk pesawat militer. Kegiatan Airforce kita akan dikerja samakan dengan GMF," ujarnya.

Tarzan Marta mengungkapkan, saat ini  pihaknya secara resmi telah bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU) sebagai penyedia layanan MRO pesawat-pesawat tempur andalan tanah air. Tidak hanya melakukan perawatan, GMF juga ditunjuk untuk melakukan modifikasi pesawat Hercules milik TNI-AU. Sebelumnya hal tersebut biasanya dilakukan oleh Singapura.

"Selain itu kita juga sedang garap modifikasi pesawat Hercules, mudah-mudahan segera kita finalisasi agreement nya dengan air Force unit," paparnya.


#Garuda #penerbangan

Komentar Anda
Komentar