Hello,

Reader

Novel: Jutaan Massa PA 212 Tetap Aksi di MK
Ketua media center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
Novel: Jutaan Massa PA 212 Tetap Aksi di MK

Jakarta, HanTer— Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pencinta Fatwa (GNPF) tetap dilaksanakan di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), pada Rabu (26/6/2019) ini. Aksi digelar PA 212 dan GNPF (Gerakan Nasional Pencinta Fatwa Ulama) sebagai wujud untuk membela agama.

"Aksi tetap dilaksanakan karena puncak aksi dari rangkaian aksi yang digelar dari tanggal 14 sampai 28 Juni 2019," kata Ketua media center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin kepada Harian Terbit, Rabu (26/6/2019).

Terkait jumlah massa yang akan hadir, Novel menyebut masih tentatif. Namun yang jelas aksi hari ini akan diikuti massa inti PA 212 dari Jabodetabek, Jabar dan Banten serta perwakilan dari seluruh daerah. Jika pelaksanaan lancar maka jumlah massa PA 212 dan GNPF yang masuk ke Jakarta bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan orang. "Ini jumlah massanya. Kalau jumlah pastinya masih sulit kita estimasi," paparnya.

Saat ditanya polisi melarang dan akan menangkap jika ada aksi? Dengan diiplomasi Novel menuturkan, seperti aksi sebelumnya yang digelar maka pihaknya selalu mengikuti prosedur dengan mengirim surat pemberitahuan ke polisi. Selain itu pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian demi sama sama menjaga ketertiban dan kedamaian.

"Makanya aksi yang telah berlangsung dari 14 Juni sampai hari ini berjalan damai dan tertib," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis mengatakan sesuai peraturan undang- undang unjuk rasa untuk menggelar aksi cukup adanya pemberitahuan kepada aparat kepolisian. "Cukup adanya pemberitahuan. Bukan izin dari kepolisian. Informasi yang kami dapatkan dari panitia perihal surat pemberitahuan oleh penyelenggara halal bi halal alumni akbar 212 sudah diberikan kepada aparat yang berwajib," jelasnya.

Lubis mengatakan dalam aksi damai ini diperkirakan massa yang akan hadir ke Jakarta hampir satu juta orang."Diperkirakan minimal satu juta peserta atau lebih," ucapnya.

Sehari sebelumnya, Selasa (25/6/2019) Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan, aksi di jalan protokol depan MK oleh pihak manapun, dilarang karena melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum, pasal 6, yang bisa mengganggu ketertiban umum dan hak orang lain.

Oleh karenanya Polda Metro Jaya melarang aksi halal bi halal di depan Mahkamah Konstitusi (MK) yang rencananya akan digelar oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 pada Rabu, 26 Juni 2019, karena berpotensi mengganggu ketertiban umum.

"Belajar dari insiden di Bawaslu pada 21-22 Mei 2019 lalu, meski disebutkan aksi super damai tetap saja ada perusuhnya. Diskresi kepolisian disalah gunakan," kata Argo.


#NovelBamukmin #PA212

Komentar Anda
Komentar