Hello,

Reader

Inilah 10 Rekomendasi FSKN  untuk  Pemajuan Budaya 
Anna Mariana & raja/ ist
Inilah 10 Rekomendasi FSKN  untuk  Pemajuan Budaya 

Jakarta, HanTer - Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menyelenggarakan  seminar bertajuk “Pemajuan Kebudayaan Berbasis Keraton” di Hotel Sultan Jakarta, Senin (24/6/2019) malam. 

“Tujuan dari seminar ini untuk membangun sinergi antara para Sultan dan Raja dengan Pemerintah dalam pelaksanaan pemajuan kebudayaan yang berbasis keraton,” kata Anna Mariana  selaku Dewan Pakar sekaligus Ketua Pelkasana Acara. “Diharapkan sinergi ini juga dapat berdampak  pada peningkatan bidang pariwisata dan wisata  religi,” kata Anna di tengah seminar yag dihadiri lebih dari 100 raja dan sultan Nusantara.

Ketua Umum dan Dewan Pengurus FSKN periode 2017-2022 Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat, menyebut sesungguhnya perjalanan NKRI tidak dapat dipisahkan dari keberadaan dan  peranan keraton. “Keraton yang tersebar di Nusantara, adalah mata rantai  historis dengan nilai nilai sosial dan kultural, dari sistem budaya dan  sosial masyarakat sejak beberapa abad yang lampau,” ungkapya.

Dalam perkembangan proses  budaya bangsa,  lanjut Sultan Sepuh, keraton di bumi Nusantara telah menempatkan unsur-unsur kebudayaan daerah, sebagai unsur kebudayaan nasinoal, yang menjadi asset di dalam mengembangkan kehidupan kebudayaan  sosial dan kemasyarakatan.
Sebagaimana tersirat dalam UUD negara kesatuan RI 1945,  peranan keraton dalam bingkai NKRI saat ini, tentu saja ditekankan dari sisi ketahaan budaya nasuonal.

“Tidak dapat dipungkiri, bahwa keraton merupakan episentrum budaya dan nilai nilai luhur bangsa. Maka kami mengapresiasi lahirnya pemajuan UU Kebudayaan, di mana dari 10  objek pemajuan kebudayaan, hampir seluruhnya terdapat di keraton,” lanjut Sultan Sepuh.

Oleh karena itu, menurut Sultan,  program revitalisasi keraton mejadi sangat startegis dalam konteks pemajuan kebudayaan nasional. “Karena itu kami mengharapkan komitmen pemerintah untuk merelisasikan program revitalisasi keraton, dalam masa pemerintahan 5 tahu ke depan!”

Seperti diketahui, Pelaksanaan UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan  dan UU NO 11 tentang Cagar Budaya merupakan tanggung jawab multipihak yang peduli terhadap modal budaya yang tak terhingga nilainya.

“Jika dikaji secara mendalam bahwa 10 Objek  pemajuan kebudayaan dan cagar alam  yang ditetapkan dalam UU tersebut, semua berada di dalam lingkungan keraton, termasuk warisan budaya benda dan warisa budaya tak benda,” ujar  Sulta Sepuh lagi.

Berdasarkan pembahasan dalam seminar tentang “Pemajuan Kebudayaan Berbasis Keraton”,  menurut Sultan Sepuh, FSKN berhasil merumuskan rekomendasi  sebagai berikut:

1.    Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia keraton
2.     Menetapkan standar kelola Keraton
3.     Menetapkan Keraton sebagai cagar budaya yang dapat dimanfaatkan  untuk pelestarian nilai budaya leluhur, pendidikan, pariwisata dan pengembangan Ilmu.
4.     Membangun ekosistem kebudayaan berbasis keraton.
5.    Melaksanakan program perlindungan, pengembangan, pembinaan dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan berbasis keraton
6.    Melakukan rehabilitasi, penataan dan revitalisasi Keraton dalam masa pemerintahan 5 tahun ke depan
7.    Menjalin kerja sama Internasional dalam rangka memperkuat diplomasi kebudayaan untuk memperkuat  posisi geostrategis NKRI
8.    Mendirikan museum Pusaka Nusantara untuk penempatan pengembalian pusaka pusaka yang ada di luar negeri.
9.    Paket Wisata Keraton Indonesia untuk meningkatkan devisa
10.    Memberikan   kesempatan keluarga Keraton yang mempunyai kompetensi  dan kemampuan  untuk menduduki jabatan di struktur pemerintah.
 



#FSKN #Rekomendasi #Budaya

Komentar Anda
Komentar