Hello,

Reader

Dampak Perang Dagang China - AS Dirut Baja Minta Pemerintah Proteksi Produk Lokal
Dampak Perang Dagang China - AS Dirut Baja Minta Pemerintah Proteksi Produk Lokal

Jakarta, HanTer - Direktur Utama (Dirut) PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), Handjaja Susanto mwngakui, dampak perang dagang antara China - AS berpengaruh terhadap perusahannya. Karena akibat perang dagang tersebut membuat produk baja China juga tidak bisa masuk ke AS. Sehingga efeknya baja produk China masuk ke Indonesia.

"Tekanan produk baja dari China masuk ke Indonesia, terutama baja yang  tidak memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia)," ujar Handjaja Susanto usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Saranacentral Bajatama Tbk di Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Handjaja menyebut, adanya produk China tanpa SNI yang masuk ke Indonesia juga membuat harga baja lokal tertekan. Akibatnya hal tersebut juga berdampak pada penjualan terhadap baja yang diproduksi PT Saranacentral Bajatama Tbk. Apalagi nilai tukar rupiah terhadap dolar juga melemah sehingga PT Saranacentral Bajatama Tbk mengalami kerugian di tahun 2018 sebesar Rp40,3 miliar. 

"Dampak cukup besar dan pengaruh jual juga di kita," tandasnya.

Handjaja mengakui, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dan antisipasi untuk mengatasi perang dagang China - AS. Di antara upaya yang dilakukan adalah menggelar dialog dengan pemerintah bagaimana untuk membatasi gencarnya produk China yang masuk ke Indonesia. Pihaknya berharap pemerintah bisa mengurangi kouta produk baja impor.

"Masuknya produk baja China bukan saja kita yang rasakan tapi pihak lain juga. Dari hulu ke hilir industri baja sekarang lagi sengsara. Contohnya Krakatau Steel," jelasnya.

Dengan dialog dengan pemerintah, sambung Handjaja, pihaknya ingin ada perlindungan (proteksi) terhadap produk baja lokal. Ia mengakui, untuk melindungi produk baja lokal dari pihak asing memang membutuhkan waktu yang lama. Namun Handjaja menyakini upaya perlindungan terhadap produk baja lokal akan terasa pada tahun - tahun berikutnya. 

"Jadi kita sekarang harus mengajukan upaya perlindungan terhadap pemerintah. Mungkin efeknya kelihatan lebih dari 1 tahun," jelasnya. 

Dalam RuPS tersebut juga dicatat bahwa PT Saranacentral Bajatama Tbk terus berkarya dan melakukan inovasi dalam setiap produksi. Saat ini perseroan memproduksi tiga jenis produk baja lapis, yaitu Baja Lapis Seng (BjLS), Baja Lapis Aluminium Seng (BjLSA) dan Baja Lapis Aluminium Seng Berwarna. Ketiga jenis produk baja tersebut diproduksi dengan teknologi ringgi yakni Teknologi NOF (Non-Oxidation Furmace).


#Perangdagang #ekonomi

Komentar Anda
Komentar