Hello,

Reader

Antara Revolusi Ekonomi Rakyat Harapan dan Raksasa Ekonomi Dunia
Antara Revolusi Ekonomi Rakyat Harapan dan Raksasa Ekonomi Dunia

Oleh: dr Ali Mahsun Atmo, M, Biomed*)

Bicarakan Indonesia sarat akan uniksitasnya. Bangsa terbesar dan terkuat didunia ini lahir dari lebih 700 suku bangsa dengan multivarian keberagaman, bangsanya ayam jago bukan bebek atau emprit. Negara terbesar didunia ini lahir dari lebih 500 kerajaan dan kasultanan. 

Negeri terkaya didunia ini, tanahnya sangat subur, kekayaan bumi dan lautannya menjamin kehidupan manusia seluruh dunia. Posisinya sangat strategis berada di zamrud khatulistiswa. Adalah paradoksal kini jadi kerdil, miskin, dan dirundung robeknya persatuan dan kesatuan, harkat dan martabat bangsanya.

Jumlah penduduk Indonesia 2019 capai 267 juta. Ada 62.028.007 unit usaha yang hidupi rakyatnya. Sebesar  98%-nya atau 61.106.506 unit usaha mikro, 757.090 unit usaha kecil atau 1,2%, dan 58.627unit atau 0,09% usaha menengah. Keseluruhan UMKM miliki dan putar aset ekonomi Indonesia sebesar 27%. Sedangkan 73%-nya dimiliki dan diputar usaha besar yang jumlahnya 6.460 unit atau 0,01%. Gini Ratio per September 2018 adalah 0,389. Hingga Januari 2019 utang luar negeri sebesar US$ 383,3 miliar atau Rp 5.366 triliun. Sebuah kegelapan makin selimuti langit Indonesia.

Paling tidak ada lima (5) hal mendasar yang menyebabkan gelapkan langit Indonesia. Pertama, tiga instrumen kedaulatan bangsa negara, yaitu; Sistem Keuangan, Informasi dan Komunikasi, dan, Connected Transportation System sudah tidak dipangkuan Ibu Pertiwi. Kedua, aset ekonomi, kekayaan alam, dan tata kelola bangsa negara hampir paripurna dikuasai kekuatan ekonomi asing. Ketiga, korupsi makin masif dan merata. Ke-empat, persatuan dan kesatuan, patriotisme dan nasionalisme, tatanan nilai, budaya dan peradaban bangsa makin pudar dalam tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Kelima, kesenjangan dan ketidakadilan makin meluas dan menganga.

Ekonomi Rakyat

Masih adakah harapan di negeri ini? Walau makin mengecil harapan itu,  masih ada, dan satu-satunya adalah kekuatan ekonomi rakyat. Ekonomi rakyat harus didampingi dari hulu hingga hilir. Revolusi Ekonomi Rakyat (RER) lah yang mampu bentengi ekonomi rakyat tidak dijajah bangsa asing. Melalui perang gerilya dengan gerakan ekonomi dari, oleh dan untuk rakyat melakukan perubahan secara mendasar dalam tempo secepat-cepatnya usaha ekonomi rakyat kecil (kawulo alit) harus mampu bertahan dan unggul hadapi perdagangan bebas dan revolusi industri 5.0. Agenda besar RER ini tidak ada kaitan dengan kekuasaan apalagi jatuhkan pemerintahan RI.  

Melalui RER inilah terbangun sebuah ekosistem yang berikan kesempatan bagi rakyat untuk memiliki saham, mendapatkan deviden dan fasilitas usaha produktif, usaha dan kerja rakyat maju, berkembang, dan unggul hadapi era super kapitalis dan revolusi industri 5.0. Rakyat miliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dan segala sumber daya yang dibutuhkan ada dibumi nusantara. 

Oleh karena itu, dengan motto We can be Want – Kita Mampu asal mau!!!, trustworthy, base time management and strategy, dan perang gerilya, RER diyakini mampu antarkan kekuatan ekonomi rakyat menjadi 

RAKSASA EKONOMI DUNIA dalam tempo secepat-cepatnya. Agregasi kekuatan ekonomi rakyat inilah yang akan jadi pilar utama Imagenary Holding Company Indonesia yang menghantarkan ekonomi Indonesia mampu unggul terhadap kekuatan ekonomi asing manapun didunia, serta menjadi pilar utama kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa dan negara. Muara dari semuanya adalah terwujudnya cita-cita bangsa sebagaimana amanah Pembukaan UUD 1945. 

*) Penulis adalah Deklarator Palapa Lima Indonesia, Pemimpin Besar Revolusi Kaki Lima Indonesia, Ketua Umum DPP APKLI 2017-2022, dan Presiden POROS KEADILAN Rakyat Kecil – PKR Indonesia 2019-2024


#Ekonomi #kerakyatan

Komentar Anda
Komentar