Hello,

Reader

Untuk Mencegah Kemarahan Umat Islam, MUI: Wanita Bawa Anjing ke Masjid Harus Dihukum Maksimal
Untuk Mencegah Kemarahan Umat Islam, MUI: Wanita Bawa Anjing ke Masjid Harus Dihukum Maksimal

Jakarta, HanTer - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Anton Tabah Digdoyo mengatakan, perbuatan seorang perempuan inisial SM yang masuk masjid beralas kaki dan membawa seekor anjing, termasuk tindak pidana penistaan terhadap masjid. Secara materiil perbuatan wanita tersebut diatur Pasal 156a KUHP.

Dalam Pasal 156a KUHP disebutkan, melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan (terhadap agama Islam). Bersifat fisik, wujud gerakan tubuh/ bagian dari tubuh masuk masjid tak sesuai norma agama Islam. Mengandung sifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan agama dapat ditafsirkan oleh pemeluk agama Islam sebagai menodai agama Islam.

"Menghina melecehkan, meremehkan agama ini adalah kejahatan serius memiliki derajat keresahan publik sangat tinggi sehingga harus diusut tuntas agar tiada konflik. Pelakunya harus dihukum maksimal sesuai Surat Edaran (SE) Mahkamah Agung (MA) dan amanat UU," tegas Anton melalui saluran telepon, Selasa (2/7/2019).

Terpisah, Anggota DPD RI Fahira Idris juga meminta aparat penegak hukum mengusut secara proporsional peristiwa masuknya wanita dengan memakai sepatu dan membawa anjing ke Masjid Al Munawaroh Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Penyelesaian secara hukum terhadap peristiwa yang mempunyai sensitifitas seperti ini sangat penting untuk mencegah preseden tidak baik dikemudian hari.

“Apapun latar belakang dan masalah yang dialami pelaku, apa yang dilakukannya di dalam masjid sangat tidak pantas dan tidak bisa dibenarkan. Saya minta umat tetap tenang dan jangan terprovokasi. Kita kawal pengusutan kasus ini agar ditangani secara proporsional dan transparan oleh aparat penegak hukum,” ujar Fahira yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI yang membidangi persoalan Politik, Hukum, dan HAM ini.

Menurut Fahira, agar kasus ini tidak melebar dan dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk memperkeruh keadaan dan mengadudomba masyarakat maka harus ditangani secara proporsional dan transparan karena punya dampak luas dan sudah menjadi perhatian publik. Ia pun berharap semua pihak menahan diri atas perbuatan yang dilakukan wanita tersebut.

"Kita percayakan penyelesaian kasus ini kepada aparat penegak hukum. Semoga dengan penyelesaian secara hukum, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua dan tidak terulang lagi,” ungkapnya.

Laporan ke Polisi

Dewan Kerukunan Masjid (DKM) Masjid Al-Munawaroh, Sentul, Babakan Madang, Bogor, juga secara resmi membuat laporan polisi atas kasus pencemaran nama baik. Laporan ke polisi dilakukan karena perempuan yang masuk masjid dengan sepatu dan membawa anjing menyebut ada pernikahan atau akan terjadi pernikahan di Masjid Al-Munawaroh.

"Padahal itu tidak benar dan sudah kami laporkan bahwa itu sebuah fitnah," kata Sekretaris DKM Al-Munawaroh Ruslan A. Suhady di Mapolres Bogor, Jawa Barat, Senin (1/7/2019).

Laporan kepada perempuan tersebut surat tanda bukti laporan (STBL) No. Pol: STBL/B/305/VII/2019/JBR/RES BGR tertanggal 1 Juli 2019. SM dilaporkan atas perkara tindak pidana pencemaran nama baik sesuai dengan Pasal 310 KUHP. Perbuatan perempuan tersebut telah viral di media sosial (medsos) sehingga membuat nama baik Masjid Al-Munawaroh menjadi tercemar. 

"Kami tidak ingin emak-emak resah bahwa Masjid Jami Al-Munawaroh menjadi tempat untuk suaminya nikah lagi," jelasnya. Masjid Jami Al-Munawaroh tidak mungkin menikahkan seorang Katolik. Kalau memang ibu itu seorang Katolik dan suaminya seorang Katolik dan ingin menikah lagi, dia harusnya mendatangi gereja, bukan mendatangi masjid," sambungnya.

Ruslan dalam kesempatan ini juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh adanya kasus ini. Dia meyakinkan DKM Masjid Al-Munawaroh akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Dia juga mengatakan Polres Bogor menangani kasus ini dengan sangat profesional.

"Kami mohon kepada para jemaah, khususnya, dan umumnya kepada umat Islam tetap tenang. Insyallah percayakan kepada kami. Kami akan mengusut tuntas kasus ini bersama dengan para teman-teman advokat dari berbagai macam organisasi, insya Allah," ujarnya.

Gangguan Jiwa

Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Musyafak mengatakan, RS Polri Kramat Jati memastikan SM, perempuan pembawa anjing di Masjid Al-Munawaroh, mengidap dua tipe gangguan jiwa skizofrenia. Sehingga menyebabkan SM berkelakuan aneh di Masjid Al-Munawaroh, Minggu (30/6/2019). SM rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi Bogor. Rumah sakit tersebut dinilai lebih dekat dengan keluarga dan rumah SM.

"Rencana kami seperti pasien lain karena yang bersangkutan menderita gangguan jiwa, kami berupaya memeriksa, mengobati, dan merawat. Nanti penyidik dan mungkin saja bisa dirujuk ke RSJ," kata Musyafak kepada wartawan di RS Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Musyafak mengatakan, dari psikiater disimpulkan SM mengalami gangguan kesehatan skizofrenia tipe paranoid dan skizoafektif. Sehingga membuat perasaan tidak suka, khawatir, dan sebagainya. Sebelumnya, SM bikin geger lantaran membawa seekor anjing masuk ke Masjid Al-Munawaroh, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (30/6/2019) pukul 14.00 WIB. Polisi lalu mengamankan perempuan itu.


#Penodaanagama #umatislam #mui #polisi #masjid #katolik

Komentar Anda
Komentar