Hello,

Reader

Pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Menyejukkan
Pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Menyejukkan

Warga, politisi dan pengamat menyambut pertemuan Jokowi dan Prabowo di Moda Raya Terpadu (MRT), Sabtu (13/7/2019) dengan sukacita. Mereka bersyukur dan menaruh harapan kedua tokoh itu bersinergi membangun bangsa.

"Para elite politik biar enggak saling ribut lagi lah. Pemilu kan udah selesai. Beri kesempatan Pak Jokowi bekerja," ujar Rori (37), warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ditemui saat berjalan-jalan bersama keluarganya di kawasan Senayan.

Senada, Deddy (67), penjual topi keliling yang biasa mangkal di kawasan Senayan juga menyambut baik pertemuan kedua tokoh bangsa itu. "Lihatnya kan enak, jadi aman, damai," ucap warga Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sudah berjualan di Jakarta sejak 1970-an itu.

Ya, pertemuan dan juga pelukan Jokowi dan Prabowo membawa kesejukan dan harapan bagi bangsa ini ke depan.

"Pertemuan ini sekaligus menutup buku cerita pesta demokrasi Indonesia kita yang diakhiri dengan 'everybody happy', yang nantinya bisa menjadi bahan bacaan bagi generasi berikutnya," ujar Waketum Gerindra Arief Poyuono.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf berharap pertemuan antara presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membuat masyarakat kembali rukun.

"Terutama para pendukung-pendukung keduanya saat pemilihan presiden lalu. Ini momentum tepat untuk merajut kebersamaan," ujarnya kepada wartawan di Surabaya.

Pengamat politik asal Sulawesi Tenggara  Profesor Dr. Eka Suaib mengatakan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo adalah awal rekonsiliasi. Wakil Dekan II FISIP Universitas Halu Oleo itu juga mengatakan bahwa pertemuan tersebut dapat menurunkan tensi keterbelahan antarmasyarakat yang selama ini terjadi sejak pemilu presiden hingga pasca-Pemilu 2019.

"Pertemuan itu sangat positif karena dampaknya dapat menurunkan tensi keterbelahan masyarakat dan dapat mendinginkan suhu politik nasional saat ini yang masih agak mengeras," kata Eka Suaib di Kendari, Sabtu.

Sementara itu Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Etick Thohir mengapresiasi pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto. Menurutnya, pertemuan para pemimpin bangsa ini diharapkan meruntuhkan sekat perbedaan politik yang selama periode kampanye hingga pelaksanaan gugatan MK, telah membelenggu sendi-sendi bangsa.

"Pertemuan ini menjadi langkah maju kedewasaan politik rakyat Indonesia. Para pemimpin yang kita hormati, Pak Jokowi dan Pak Prabowo telah melihatkan jiwa kesatria untuk merangkul kembali seluruh elemen bangsa demi terciptanya Indonesia yang maju," kata Erick Thohir, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona, MA menilai, pertemuan Jokowi-Prabowo yang berlangsung di atas Moda Raya Transporasi (MRT), sebagai simbol kemajuan peradaban sebuah bangsa.

"Lewat simbol kecanggihan MRT yang mereka tumpangi, mereka sedang mengkomunikasikan bahwa politik di zaman moderen harus menggerakkan kemajuan dan perubahan bangsa, bukan sebaliknya mengembalikan peradaban bangsa ke zaman pra modern atau ke zaman kegelapan," kata Mikhael Bataona kepada Antara di Kupang, Minggu.

Pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bisa menjadi momentum untuk menyatukan kembali bangsa ini yang sudah mulai retak sejak Pilpres 2019 berlangsung.

Namun yang penting, lanjut dia, kedua capres yang bersaing di pilpres 2019 itu pada akhirnya bertemu dan telah menunjukkan sikap ksatria. "Momen inilah yang sudah lama ditunggu masyarakat, terutama yang gandrung persatuan," kata Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo di Jakarta, Sabtu.

Pertemuan kedua tokoh tersebut diharapkan dapat mendinginkan atmosfir politik yang memanas selama musim kampanye hingga berujung kerusuhan berdarah yang menimbulkan korban jiwa pada 21-22 Mei 2019 lalu.

"Pesan perdamaian yang disampaikan Jokowi dan Prabowo pada pertemuan itu ibarat hujan di musim kemarau. Tentu, saya berharap pertemuan tersebut dapat mencegah polarisasi yang lebih luas di masyarakat," kata Karyono.

Keberkahan

Mantan Cawapres RI Sandiaga Uno mengatakan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo menunjukkan sebuah silaturahmi yang dipenuhi keberkahan. "Silaturahmi selalu dimaknai dengan penuh keberkahan," kata Sandiaga menanggapi pertemuan Jokowi-Prabowo di Jakarta, Sabtu.

Sandiaga mengatakan bahwa seluruh komponen bangsa Indonesia harus melihat bahwa perbedaan adalah hal yang lumrah. Namun, seluruh pihak tetap harus bersama membangun Indonesia lebih baik lagi.

Menurut Sandiaga, acara itu menunjukkan kedewasaan kalangan muda dalam menyikapi situasi politik bangsa belakangan.

"Hari ini anak-anak muda menunjukkan kedewasaan. Alhamdulillah, hari ini acaranya melakukan selebrasi perbedaan itu dan tidak perlu bermusuhan. Mereka menatap masa depan melihat tantangan terberat kita itu ekonomi," kata Sandiaga.

Sandiaga memandang seluruh pihak perlu menghargai generasi muda atas inisiatifnya bersatu kembali merajut persaudaraan bersama. 

Pengamat politik dari Indikator Politik Indonesia Burhan Muhtadi mengatakan, pertemuan Jokowi dan Prabowo  adalah sinyal yang kuat dari elite kepada masyarakat bawah untuk bersatu, menjaga persatuan, dan bersama-sama berkontribusi pada pembangunan bangsa.

"Adanya pertemuan ini maka situasi tegang di tingkat elite sudah 'clear', diharapkan para pendukung di tingkat akar rumput juga juga segera 'clear'," ucapnya, berharap.

Harus diakui, Pilpres 2019 menyebabkan polarisasi di masyarakat, antara pendukung Jokowi dan Prabowo. Polarisasi yang bahkan bermula sejak pilpres sebelumnya.


#Presiden #jokowi #prabowo

Komentar Anda
Komentar