Hello,

Reader

 Aksi Mogok ABK Kapal Pandu, DPR Cecar Dirut Pelindo II
Aksi Mogok ABK Kapal Pandu, DPR Cecar Dirut Pelindo II

Jakarta, HanTer - Komisi VI DPRRI mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan BUMN Pelindo II, Selasa (16/72019). RDP digelar terkait dengan aksi stop operasi ABK kapal pandu PT Jakarta Armada Indonesia (JAI) Tbk, yang merupakan anak Perusahaan PT Pelindo II. 

Dalam RDP tersebut terlihat Komisi VI lebih paham soal bisnis dan persoalan ABK PT JAI ketimbang direksi PT Pelindo II yang hadir pada  RDP tersebut. Akibatnya sejumlah wakil rakyat mencecar Dirut Pelindo II.

Wakil ketua komisi VI Inas N Zubir bahkan sempat bersitegang dengan Dirut PT Pelindo II, Elvyn G terkait soal PT JAI. Elvyn terkesan tidak faham tentang bisnis anak perusahaan-nya, PT. JAI karena merasa hanya sekedar pemegang saham saja, dimana kebijakan Dirut PT. JAI tidak menjadi persoalan Pelindo II sebagai pemegang saham.

Terkait dengan persoalan outsorcing ABK di lingkungan PT. JAI yang jadi penyebab mogoknya ABK Kapal Pandu, minggu  lalu, Elvyn mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan PT. JAI tidak memiliki Surat Izin Usaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal (SIUPPAK).

Pernyataan Elvyn ini sangat mengagetkan anggota komisi VI karena menurut Inas, PT. JAI bukanlah perusahan Crewing atau usaha perekrutan dan penempatan awak kapal. melainkan perusahaan pelayaran yang justru menjadi user dari awak kapal, karenanya JAI tidak memerlukan SIUPPAK.

Karena Tidak memiliki SIUPPAK inilah menurut Elvyn yang jadi pertimbangan PT JAI untuk meng-out sourcingkan ABK-nya ke pihak ketiga.

Sebagaimana diketahui bahwa PT. JAI adalah perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal-kapal tunda milik Pelindo II untuk kegiatan penundaan dan pemanduan kapal-kapal di Wiayah pelabuhan Tanjung Priok.

Yang lebih memprihatinkan lagi pada RDP tersebut Elvyn malahan mengatakan akan berkonsultasi dahulu dengan bidang hukumnya, sebelum menjawab status PT. JAI apakah perusahaan pelayaran atau perusahaan crewing.

Komisi VI mempersilahkan Alvin berkonsultasi lalu menjawab seluruhnya secara komprehensif dan tertulis. 


#Pelindo #DPR

Komentar Anda
Komentar