Hello,

Reader

Dinilai Suatu Bentuk Penghinaan, Wakil Ketua DPW PSI DKI Akan Dipolisikan
Rian Ernest (ist)
Dinilai Suatu Bentuk Penghinaan, Wakil Ketua DPW PSI DKI Akan Dipolisikan

Jakarta, HanTer - Pernyataan Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Rian Ernest Tanudjaja terkait adanya politik uang dalam proses pemilihan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap para anggota DPRD DKI Jakarta.

Atas hal tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman berencana melaporkan politisi PSI itu ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/7/2019).

Hal tersebut disampaikan Taufiqurrahman merujuk pada sejumlah pernyataan yang disampaikan Ernest dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (15/7/2019) kemarin.

Dalam konferensi pers itu, Ernest menyebutkan bahwasanya PSI mendengar kabar ada dugaan politik uang dalam pemilihan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno. Transaksi uang tersebut ada agar anggota DPRD mau datang dan memenuhi syarat kuorum dalam Rapat Paripurna pemilihan Cawagub DKI Jakarta yanv diagendakan pada tanggal 22 Juli 2019.

"Saudara Rian Ernest Tanudjaja menyampaikan bahwa 'ya standar, artinya gini modusnya pokoknya untuk datang, untuk datang duduk itu ada uangnya. Jadi nanti siapapun ini bisa atur apakah paripurna mau jadi menyetujui atau menolak. Siapa yang mau ikut diatur ada uangnya, kebayang ya dan 1 kursi ratusan juta," ungkapnya mengutip pernyataan Rian Ernest.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh sdr. Rian Ernest Tanudjaja tersebut sama sekali tidak berdasarkan fakta-fakta yang ada dan merupakan suatu bentuk penyebaran kabar bohong yang sangat merugikan institusi DPRD dan para Anggota DPRD, mengingat sampai saat ini proses pemilihan wakil gubernur pengganti belum terjadi.

Pernyataan Ernest Tanudjaja menurutnya sangat tendensius dan merupakan suatu bentuk penghinaan terhadap kehormatan dan harga dirinya selaku anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dan sebagai anggota Panitia Khusus Pemilihan Pemilihan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan pertimbangan itu, dirinya akan melaporkan Ernest kepada pihak Kepolisian dengan dasar perbuatan penghinaan, sebagaimana termuat dalam KUHP Pasal 310 sampai dengan Pasal 321 KUHP. "Pelaporan besok (Rabu, 17/7/2019) di Polda Metro Jaya," tutupnya.

Siap Dipanggil

Menanggapi rencana pelaporan itu, Wakil Ketua DPW PSI Rian Ernest, mengaku merasa janggal dengan rencana Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman yang ingin melaporkan dirinya ke polisi atas tuduhan penghinaan.

Padahal, Rian mengaku bahwa PSI hanya ingin mencegah terjadinya politik uang.

"Silakan aja (lapor, red), itu haknya beliau. Hanya saja yang saya pikir begini, mungkin harusnya temen-temen anggota dewan berterima kasih sudah ada partai yang mencegah adanya politik uang. Jadi bukannya saling terima kasih atau mengingatkan satu sama lain, malah melaporkan saya, itu hal janggal," kata Rian di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Adapun Rian sebelumnya mengatakan telah mendapatkan kabar soal adanya rumor politik uang dalam proses pemilihan wagub DKI. Ia mengungkapkan, informasi tersebut diterimanya dari dua elite partai yang diduga juga anggota DPRD DKI.

Dirinyapun mengaku hanya ingin mendorong KPK agar bisa menangkal jika adanya indikasi soal tindak pidana korupsi. "Justru PSI ingin dorong KPK untuk turun, karena KPK punya sumber daya untuk menangkal ini semua, intel bisa nyadap. Justru PSI berharap KPK turun tangan," katanya.


#PSI #DPRD #DKI #Wakilgubernur

Komentar Anda
Komentar