Hello,

Reader

BPJS TK Gandeng KPKNL Tagih Piutang 204 Perusahaan Senilai Rp 2 Miliar
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, Singgih Marsudi beserta jajaran berfoto bersama Kepala KPKNL DKI Jakarta Des Arman, usai penyerahan berkas piutang di Jakarta, Rabu (17/7/2019).
BPJS TK Gandeng KPKNL Tagih Piutang 204 Perusahaan Senilai Rp 2 Miliar

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Jakarta Gambir sepakat bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) DKI Jakarta dalam urusan piutang perusahaan. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir Singgih Marsudi, saat ditemui di Menteng, Jakarta, Rabu (16/7/19). 

Ia mengatakan dalam hal pengurusan piutang perusahaan harus segera diselesaikan karena piutang tersebut menyangkut hak-hak tenaga kerja yang belum dibayarkan perusahaan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

“Terdapat kewajiban perusahaan yang belum dibayarkan dalam hal ini yaitu piutang iuran berkategori macet dan denda Program Jaminan Sosial oleh 204 Badan Usaha/Pemberi Kerja  kepada kami (BPJS Ketenagakerjaan)” kata Singgih.

Pada acara penyerahan berkas piutang juga ditemui kepala KPKNL DKI Jakarta Des Arman beserta jajaran KPKNL DKI Jakarta. Ia menyebutkan telah menerima berkas yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir.

“Kami (KPKNL DKI Jakarta) secara resmi menerima piutang perusahaan dari BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, selanjutnya akan dilakukan penagihan piutang perusahaan yang menunggak sesuai dengan ketentuan yang berlaku ” ucap Des Arman.

Singgih mengatakan juga bahwa terkait piutang perusahaan ini juga menyangkut dengan proses klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) Tenaga Kerja. 

“Pasalnya jikalau tenag kerja yang bekerja di perusahaan yang menunggak maka dalam pengajuan klaimnya akan terhambat dan bisa jadi tidak bisa dilayani. Karena perusahaan tersebut belum membayar kewajiban untuk melindungi tenaga kerjanya” ucap singgih.

Sebagai informasi, terdapat piutang 204 perusahaan sekitar Rp2 miliar yang akan diselesaikan pihak BPJS Ketenagakerjaan dengan KPKNL DKI Jakarta.

“Saat perusahaan telah melaksanakan kewajibannya maka tenaga kerja yang mengajukan klaim akan lebih cepat prosesnya dan tenaga kerja dapat terlayani dengan baik sesuai haknya," tambah Singgih.

Singgih juga mengimbau kepada pemberi kerja/perusahaan untuk selalu tepat waktu untuk menjalankan kewajiban perusahaan kepada tenaga kerjanya melalui BPJS Ketenagakerjaan. Patuh iuran BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu bentuk perhatian perusahaan kepada tenaga kerja karena jika ada resiko-resiko kecelakaan kerja bisa langsung ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan.


#BPJS-ketenagakerjaan #KPKNL #piutang

Komentar Anda
Komentar