Hello,

Reader

Warga Antusias Hadiri Lebaran Betawi di Monas, Kerak Telur Raksasa Gratis Siap Dinikmati
Ratusan warga sudah memadati pintu masuk Monumen Nasional (Monas) merayakan Lebaran Betawi
Warga Antusias Hadiri Lebaran Betawi di Monas, Kerak Telur Raksasa Gratis Siap Dinikmati

Jakarta, HanTer - Ratusan warga sudah memadati pintu masuk Monumen Nasional (Monas) untuk mengikuti dan menghadiri festival Lebaran Betawi yang diadakan di tempat tersebut pada Minggu pagi. Kepadatan terjadi di pintu masuk karena warga harus bergantian untuk masuk ke Monas.

"Saya barusan dari Car Free Day, memang udah rencana mau datang ke sini. Pengin jajan makanan," ujar Ratna, warga Jatinegara yang datang bersama suami dan kedua anaknya, di Monas, Minggu (21/7/2019).

Hal yang sama diutarakan Rahayu S. yang mengaku tahu tentang Lebaran Betawi dari sosial media. "Aku tahu kemarin pas lihat di Instagran temen. Jadi aku minta ke sini," ungkapnya.

Mahasiswa salah satu universitas di Jakarta itu mengaku ini kali pertama dia mengikuti Lebaran Betawi. "Dulu pernah dengar, tapi baru sekarang niat datang," ujarnya.

Antusiasme warga juga terlihat dengan padatnya kendaraan yang akan menuju Monas. Terpantau kepadatan terjadi di Jalan Medan Merdeka Selatan akibat kendaraan yang ingin masuk Monas.

Antrean bahkan mengular sampai dengan Patung Arjuna Wijaya di Jalan Medan Merdeka Barat.

Lebaran Betawi kembali digelar pada 19-21 Juli 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Dengan menghadirkan berbagai seni budaya dan kuliner, acara ini diharapkan mampu mengenalkan dan melestarikan budaya khas Betawi, serta dapat meningkatkan pariwisata kota Jakarta.

Ajang Silaturahim  

Pagelaran Lebaran Betawi yang digelar setahun sekali dan sudah berjalan selama 12 tahun ini tidak hanya sebagai acara hiburan, namun ternyata juga menjadi ajang bersilaturahim bagi para warga Ibu Kota, Jakarta.

Hal itu disampaikan oleh Pelawak Indonesia Ramdhani Qubil Aj atau yang lebih dikenal dengan Bang Madit. Saat ini ia fokus mengangkat budaya Betawi melalui grup lenong Oplet Robet yang sudah eksis selama 18 tahun.

"Kalau dilihat secara mendalam sebenarnya tujuan utama acara ini bukan lah memberikan hiburan, tapi untuk bersilaturahmi bagi warga Betawi," katanya saat ditemui di Monas, Jakarta, Sabtu.

Meskipun acara ini menampilkan berbagai kesenian Betawi, namun ternyata banyak juga warga yang datang dari luar Jakarta. Seperti Agus yang berasal dari Bogor mengatakan bahwa acara ini sangat unik sehingga menjadi daya tarik tersendiri. "Jarang ada acara yang benar-benar menampilkan kebudayaan Betawi secara keseluruhan jadi saya penasaran sih," katanya.

Selain Agus, ada juga Dyas yang tinggal di Jakarta tapi asli dari Solo. Dyas mengaku meskipun asing dengan makanan apalagi kebudayaan Betawi, ia tetap tertarik untuk merasakan sensasi berbeda dari kesenian itu.

"Menurut saya sih setiap kesenian daerah berbeda ya, kalau arah-arah Jogja atau Solo mungkin tenang gitu ya. Sedangkan Betawi ini musik dan kesenian seperti lenong gitu bikin semangat dan ketawa. Bagus sih," tambahnya.

Kuliner Raksasa

Lebaran Betawi menyuguhkan kuliner raksasa kerak telur guna menarik minat pengunjung yang hadir ke acara tersebut. "Hari ini kecamatan kami menghadirkan kerak telur ukuran biasa. Besok akan ada kerak telur raksasa," kata Camat Sawah Besar Prasetyo Kurniawan saat temui di Jakarta, Sabtu.

Kerak telur merupakan makanan asli suku Betawi di Jakarta. Bahan utama kudapan ini adalah beras ketan putih, telur, ebi yang disangrai kering dan ditambah bawang goreng, lalu ditambah bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam dan gula pasir.

Untuk membuat kerak telur raksasa tersebut, pihaknya menyediakan wajan penggorengan dan spatula berukuran besar. Adapun bahan bakunya membutuhkan lima liter beras ketan dan 15 kilogram telur.

"Pembuatan kerak telur raksasa itu nantinya akan melibatkan enam orang, karena ukuran makanan ini yang besar. Kami memberikan gratis untuk warga yang datang," ujarnya.


#LebaranBetawi #Monas

Komentar Anda
Komentar