Hello,

Reader

Kursi Wagub DKI Jakarta Kapan Terisi?
Kursi Wagub DKI Jakarta Kapan Terisi?

Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta masih kosong, sejak Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden 2019. Hingga saat ini, banyak pihak yang tidak memahami atau mengetahui apa alasan konkret kenapa kursi wagub masih kosong. Kalangan DPRD juga tidak pernah bisa menjelaskan hal tersebut.

Bahkan belakangan soal pemilihan wagub DKI menjadi ramai setelah salah satu politisi PSI menyebut dugaan adanya politik uang dalam proses pemilihan Cawagub DKI Jakarta. 

Atas tudingan ini kalangan DPRD menilai  tudingan tersebut  sebagai bentuk penghinaan terhadap para anggota DPRD DKI Jakarta. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman melaporkan politisi PSI itu ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/7/2019).

Terlepas dari tudingan ini, yang jelas hingga saat ini kursi Wagub DKI masih kosong. Bahkan, untuk ketiga kalinya, Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD DKI Jakarta yang akan membahas tata tertib pemilihan wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta kembali ditunda. 

Rapat yang sedianya berlangsung Selasa (16/7/2019) itu ditunda lantaran anggota rapat hanya sedikit yang hadir. Berbagai kalangan menyayangkan proses molornya pemilihan Wagub DKI.

Hanya ada lima fraksi yang hadir yakni Fraksi PDI-P, Gerindra, PKS, Nasdem dan Hanura, Sedangkan pimpinan Fraksi Demokrat, PAN, PPP, Golkar dan PKB tidak hadir.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ongen Sangaji, mengatakan, sedikitnya peserta rapat yang hadir kali ini karena jadwal dibuat secara dadakan sehingga para pimpinan fraksi banyak yang sedang melakukan kegiatan lain.

Saat ini ada dua calon wagub yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. DPRD DKI masih menolak figur kedua calon Cawagub dari PKS ini. Sesuai kesepakatan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman pada November 2018 lalu, kursi yang kosong itu berhak ditempati oleh kader PKS. 

Fraksi-fraksi di DPRD DKI menolak figur Agung dan Syaikhu dengan alasan tidak mengenal keduanya, dan pahaman keduanya tentang permasalahan Jakarta, diragukan. 

Terkait hal ini Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, mengatakan, mekanisme pemilihan wagub DKI hingga kini masih digodok oleh Pansus DPRD DKI.

Ia mengungkapkan, dalam salah satu pasal dalam tata tertib itu disebutkan, bila sampai tahap paripurna tidak mencapai kuorum, maka akan dikembalikan kepada partai pengusung, yakni PKS dan Gerindra. 

Taufik melanjutkan, bisa saja dalam hal tersebut Gerindra mengajukan nama baru cawagub DKI. 

Banyak pihak mengharap Jakarta segera memiliki wagub yang bisa membantu Gubernur Anies Baswedan membangun Jakarta. Pasalnya, bila tidak juga terisi tentu warga Jakarta yang dirugikan. Kasihan rakyat Jakarta dan banyak urusan serta pelayanan masyarakat yang terbengkalai akibat belum adanya wagub.

Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, menilai bahwa, wakil rakyat di DPRD DKI tidak sensitif. Menurutnya, sudah nyata merugikan rakyat Jakarta, untuk apa mereka selalu melakukan penguluran?

Kita sepakat dengan apa yang disampaikan pengamat tersebut. Kalangan DPRD harusnya tidak mementingkan kepentingan sendiri maupun kelompoknya. Namun, lebih memprioritaskan kebutuhan warga DKI, segera memilih wagub DKI.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mempertanyakan rapat pemilihan Wagub DKI Jakarta di DPRD I yang terus molor. Menurut dia, hal ini salah satu upaya menyudutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan supaya pembangunan tidak maksimal? Sehingga gampang dikritik, gampang disalahkan, dan gampang dikalahkan di 2022 nanti.

Apakah DPRD di DKI Jakarta tidak lebih mementingkan kepentingan yang jauh lebih besar yaitu kepentingan rakyat dibandingkan hanya kepentingan kekuasaan?

Seharusnya tidak ada kesulitan bagi wakil rakyat untuk memilih wagub DKI Jakarta. Hanya saja, tidak ada kemauan dari DPRD. Bahkan DPRD disebut sengaja mengulur waktu.  Apalagi saat ini sudah ada dua calon, kan tinggal pilih, kenapa sulit sekali?

Harapan banyak kalangan kursi wahub segera terisi dengan proses pemilihan yang transparan dan tanpa politik uang. Pembangunan Jakarta harus segera dikebut untuk kesejahteraan warganya.


#WakilGubernurDKI #Sandiaga #Gerinda #PKS

Komentar Anda
Komentar