Hello,

Reader

Hadapi Era 4.0, Dewi Aryani Suzana: Jasa Raharja Tingkatkan Kualitas SDM dan Kinerja Perusahaan
Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana/ ist
Hadapi Era 4.0, Dewi Aryani Suzana: Jasa Raharja Tingkatkan Kualitas SDM dan Kinerja Perusahaan

Jakarta, HanTer – Guna mewujudkan tujuan dan target perusahaan berbagai cara dilakukan, terlebi menghadapi era digital yang penuh dengan inovasi. Seperti dilakukan PT Jasa Raharja (Persero) yang memandang era Revolusi Industri 4.0 sebagai sebuah peluang dan tantangan untuk lebih maju.

Terutama dalam berbagai aspek, seperti pelayanan kepada masyarakat, transaksi keuangan serta pengelolaan sumber daya manusai (human capital) yang serba digitalisasi. 

“Intinya dengan karakteristik pegawai yang berlatar belakang sosial dan budaya yang beragam, dibutuhkan strategi dan langkah yang tepat agar setiap pegawai dapat memberikan kontribusi yang semaksimal mungkin untuk meningkatkan kinerja perusahaan, khususnya di era Revolusi Industri 4.0 ini,” kata Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana di Hotel Crown, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Dikatakan Dewi, Jasa Raharha sudah siap menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan human capital. Diantaranya, gap yang besar antara jumlah pegawai millennial dan generasi sebelumnya (senior). 

Maklum, saat ini sebanyak 75 persen dari total pegawai Jasa Raharja adalah kaum millenial yang siap bersaing. “Memang seperti diketahui kebiasaan millennials yang selalu terhubung pada teknologi, sehingga meminimalisir batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan,” jelasnya.

Selain itu, Dewi menambahkan Jasa Raharja juga memaksimalkan penggunaan teknologi dalam pengelolaan human capital. 
“Sejauh ini dalam menjawab tantangan tersebut, Jasa Raharja telah menyusun Human Capital Transformation Framework untuk mengoptimalkan peran Human Capital dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan,” jelas Dewi.

Sedangkan dalam proses transformasi pengelolaan Human Capital yang saat ini telah dilakukan oleh Jasa Raharja, salah satunya melalui penelitian Organization Culture Health Index (OCHI) untuk mengetahui kondisi budaya yang saat ini berkembang dalam kehidupan perusahaan dan memberikan gambaran aksi yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan budaya sebagai “intangible asset”.

“Dari hasil penelitian tersebut, perlu adanya rejuvenate terhadap budaya 3T dan menciptakan budaya baru sehingga dapat mendukung perusahaan dalam beradaptasi terhadap era digital,” terangnya.  

Ditambahkan Dewi, selalam ini dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Jasa Raharja didukung oleh kurang lebih 2.000 orang pegawai yang tersebar di seluruh Indonesia. “Dari keseluruhan total jumlah pegawai tersebut ditempatkan di kantor pusat, 29 kantor cabang, 63 kantor perwakilan, 67 kantor pelayanan Jasa Raharja (KPJR), dan 1.560 kantor bersama Samsat,” tambahnya.


#Jasa #Raharja #Dewi #Kualitas #SDM

Komentar Anda
Komentar