Hello,

Reader

Tak Mampu Hadirkan Terdakwa;  PN Jaksel Minta Kejati DKI Serius Tangani Perkara Pemalsuan
Tak Mampu Hadirkan Terdakwa; PN Jaksel Minta Kejati DKI Serius Tangani Perkara Pemalsuan

Jakarta, HanTer - Kabidahumas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan  Achmad Guntur SH menyayangkan berlarutnya proses persidangan perkara kasus pemalsuan dokumen dengan terdakwa Alvin Lim (AL).

 

Apalagi Surat Edaran Mahkamah Agung RI (Sema RI) Nomor 2 Tanggal 13 Maret 2014 menyebutkan bahwa proses persidangan suatu perkara di Pengadilan Tingkat Pertama selambat-lambatnya lima bulan.

"Sedangkan perkara ini sudah 10 bulan, sejak 17 September 2018. Tapi kami sudah perintahkan JPU (Jaksa Penuntut Umum) untuk hadirkan terdakwa. JPU wajib hadirkan terdakwa, karena perkara ini sudah kelamaan. Alasannya itu sakit sakit terus, makanya ditunda-tunda terus. Tapi gak bisa kalau terlalu lama begini,” ujar Guntur kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (25/7/2019).

Menurut Guntur, JPU wajib mempertanggungjawabkan dakwaannya. Karena itu terdakwa wajib pula dihadirkan JPU.

“Makanya masalah ini wajib pula dipertanyakan ke pihak kejaksaan. Dalam hal ini Kejaksaan Tinggi DKI. Dari lamanya perkara ini, maka majelis hakim bisa menilai kalau jaksa tidak serius terhadap penyelesaian perkara dan ini menjadi tunggakan perkara di kejaksaan,” ujarnya.

Ditegaskan Guntur, pihaknya segera melaporkan masalah ini ke Mahkamah Agung (MA) terkait perkara yang sudah lebih dari lima bulan ini.

“Hakim juga bisa saja mengambil langkah ekstrim, karena alasan tidak hadirnya terdakwa yang sakit-sakit terus dianggap tidak logis,” pungkas Guntur.

Apalagi proses perkara sudah berjalan 10 bulan, sejak disidangkan perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada pertengahan September 2018 lalu.

Sesuai catatan di PN Jaksel, dalam 31 kali agenda persidangan selama 10 bulan, 13 sidang diantaranya tidak dihadiri terdakwa alias mangkir dengan alasan sakit. Termasuk persidangan terbaru pada Selasa (23/7/2019) kemarin.

Untuk Klaim Asuransi

Terdakwa AL sendiri dijerat jaksa dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen untuk klaim asuransi, dengan nomor perkara 1036/Pid.B/2018/PN JKT.SEL.

Namun selama 10 bulan terakhir sidang selalu tertunda tunda, karena terdakwa diketahui 13 mangkir sidang berdalih sakit. Ironisnya, dalam persidangan terbaru pada Selasa (23/7/2019), JPU tidak bisa menunjukkan surat keterangan sakitnya terdakwa.

Ketua Majelis Hakim Totok Ridarto SH yang merasa kecewa sempat menanyakan keseriusan persidangan yang berlarut-larut ini.


#Kejati #DKI

Komentar Anda
Komentar