Hello,

Reader

Analis Politik: Rakyat Jakarta Makin Geram
Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago
Analis Politik: Rakyat Jakarta Makin Geram

Jakarta, HanTer— Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mencermati penundaan rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) terkait pembahasan tata tertib (tatib) pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta, sebagai bentuk itikad tidak baik dari anggota DPRD DKI Jakarta.

"Kita sudah tidak melihat itikad baik anggota dewan yang terhormat ini. Penundaan seperti ini jelas membuat rakyat Jakarta makin geram karena hampir 11 bulan kursi wagub kosong," kata Syarwi, Rabu.

"Apa yang membuat mereka menunda? Tidak pernah kuorum paripurnanya, mau apa?" lanjutnya.

Ia mengatakan seharusnya tidak ada pihak-pihak yang melemparkan tanggung jawab bahkan saling menyalahkan dalam proses pemilihan wagub DKI Jakarta.

"Kalau sudah saling lempar tanggung jawab antara pimpinan DPRD dan Sekwan, berarti ada masalah yang mereka belum bisa selesaikan. Siapa yang sebetulnya mencegah pemilihan wagub DKI Jakarta ini? Apakah elite partai? Apakah pimpinan DPRD dan Sekwan? Apakah anggota DPRD DKI Jakarta sendiri?" katanya.

Syarwi juga mempertanyakan logika para anggota dewan yang hingga sebelas bulan belum dapat menentukan wagub yang baru. Menurutnya, bila Rapimgab kembali tertunda lebih dari tiga kali maka hal tersebut akan menjadi sejarah baru dalam proses pemilihan wagub.

"Bagaimana logikanya, anggota DPRD butuh setahun untuk memilih wagub DKI. Apakah mereka nggak bisa memilih kepala daerah?"

Penunjukan

Ketua Panitia Khusus Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ongen Sangaji, mengaku tak mau ambil pusing lantaran pengganti Sandiaga Uno tak kunjung dipilih. Pada waktunya nanti, lanjut dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan punya otoritas menunjuk langsung wakilnya.

"Jika tidak ada lagi pemilihan, bisa saja penunjukan langsung dari gubernur," kata Ongen di Jakarta Rabu (23/7/2019).

Penunjukan bisa dilangsungkan, jika DPRD DKI memelihara polemik pemilihan Wagub DKI. Sebab masa jabatan legislatif hampir usai, sementara alat kelengkapan dewan dan kepengurusan baru diprediksi Ongen baru terlaksana di April atau akhir Mei 2020

Dengan begitu, Anies hanya memiliki sisa waktu satu satu tahun delapan bulan. Maka pemilihan langsung oleh Kepala Daerah bisa dilakukan. Ongen tegas menyatakan dirinya lepas tangan. "Yang penting tugas saya sudah selesai. Kalau pun terjadi pergantian, maka tata tertib pemilihan ini masih bisa dipergunakan," kata Ongen.

Sebelumnya, Wakil Ketua Pansus Wagub DKI Bestari Barus menyebut penundaan ini lantaran tatib belum disahkan. Pengesahan tatib harus dilakukan di rapimgab. Pada praktiknya, kata Bestari, beberapa pimpinan tidak menghadiri rapimgab. Rapat tersebut ditunda tiga kali dalam dua minggu.


#WagubDKI #AniesBaswedan

Komentar Anda
Komentar