Hello,

Reader

Penentuan Menteri Jangan Karena Bapaknya Ketua Partai
Penentuan Menteri Jangan Karena Bapaknya Ketua Partai

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sudah mulai ada nama-nama yang masuk sebagai calon menteri untuk kabinet periode 2019-2024. Bahkan, Presiden Jokowi mengisyaratkan memberikan tempat bagi anak muda untuk masuk dalam kabinet periode keduanya. Berbagai kalangan Pengamat angkat suara terkait hal itu.

Pengamat komunikasi dan politik nasional Emrus Sihombing, mengingatkan agar jangan sampai jatah kursi menteri pada kabinet kerja Presiden Joko Widodo jilid II diberikan karena titipan dari petinggi partai politik pendukung, terutama kursi untuk menteri muda.

"Menteri muda selain independen juga bisa dari parpol pendukung. Tetapi jangan tokoh-tokoh muda dari partai yang diangkat hanya karena bapaknya ketua partai lalu disodorkan anaknya atau keluarganya, jangan lah. Saya melihat ada kecenderungan itu. Memang harus yang benar-benar hebat," kata Emrus yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Emrus mengatakan, sangat sah apabila calon menteri muda berasal dari parpol pendukung, namun harus yang benar-benar memiliki kapabilitas, integritas, dan jiwa kepemimpinan yang tinggi. "Jangan-jangan dia sukses juga karena nempel dengan bapaknya, nah itu harus dikritisi, tapi bukan tidak boleh," tambah dia.

Menurut Emrus, jabatan menteri adalah hal yang sangat krusial dalam sebuah negara, dan tidak boleh menjadi bahan eksperimen oleh kepentingan-kepentingan sempit dari keluarga-keluarga dekat petinggi parpol pendukung.

Dirinya sangat mendukung wacana Presiden Jokowi untuk merekrut usia muda menduduki kursi menteri kabinet. Karena menurut dia, usia muda dapat mengakselerasi pembangunan Indonesia dengan cepat.

"Saya ambil contoh banyak pengusaha muda kita yang sukses dan memiliki aset hingga triliunan rupiah, nah keberhasilan itu bukankah menunjukkan kematangan dia dalam jiwa kepemimpinan dan mengelola usahanya. Andaikan saya disuruh memimpin itu belum tentu bisa, bakal rugi terus itu perusahaan," ucap Emrus.

"Banyak juga doktor-doktor muda kita yang masih di bawah 30 tahun bahkan memiliki jurnal-jurnal skala internasional, bekerja di luar negeri, suruh saja mereka pulang dan berikan jabatan menteri," tambah dia.

Posisi Tepat

Sejumlah pos menteri yang strategis dinilai layak diduduki kalangan muda dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Pengamat politik Ade Reza Hariyadi, menilai, Presiden Jokowi dapat melibatkan figur muda dalam kabinet mendatang.

"Sektor strategis seperti perdagangan dan industri, teknologi dan informasi, maupun pariwisata dapat menjadi kesempatan bagi Jokowi untuk melibatkan figur muda dalam kabinetnya," kata Ade Reza di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Menurut Ade, langkah Jokowi tersebut cukup strategis sebagai bentuk kaderisasi politik. Namun, dirinya menyarankan postur kabinet mendatang tetap harus mempertimbangkan prioritas untuk merekrut figur muda yang kompeten.


#Presiden #jokowi #menteri #partaipolitik

Komentar Anda
Komentar