Hello,

Reader

Analis: Tax Amnesty Jilid II Tak Masuk Akal
Analis dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra
Analis: Tax Amnesty Jilid II Tak Masuk Akal

Jakarta, HanTer—Analis dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra mengatakan, rencana tax amnesti jilid II dalam pemerintahan Jokowi sungguh tidak masuk akal. Ini berarti Kementerian Keuangan telah gagal melaksanakan komitmen yang mereka sampaikan dua tahun lalu untuk tidak adanya tax amnesty yang kedua.

Seperti diketahui pada 23 November 2017, Kemenkeu melalui juru bicara Dirjen Pajak, Hestu Yoga Saksama, menegaskan, tidak akan ada tax amnesti yang kedua. Saat itu Kemenkeu menyatakan bahwa mereka tengah mengejar para wajib pajak yang masih tidak melaporkan kekayaan mereka.

Bahkan saat itu Kemenkeu juga meyakinkan bahwa Presiden Jokowi telah setuju bahwa tax amnesti di pemerintahannya hanya terjadi sekali saja.

Bila akhirnya tax amesti kedua tetap dilaksanakan, kata Gede Sandra kepada Harian Terbit, artinya ada dua hal: Pertama, Pemerintah /Kemenkeu dalam 3 tahun ini gagal tegakkan hukum mengejar para penghindar pajak.

Kedua, lanjutnya, Pemerintah telah bertindak tidak adil bagi para peserta tax amnesti pertama. “Semakin terlihat Kemenkeu kita seolah dipimpin oleh amatiran. Sungguh disesalkan,” paparnya.

Reformasi Pajak

Seperti diwartakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah merencanakan tax amnesty jilid II setelah menerapkan kebijakan itu pada Juli 2016 hingga Desember 2017.

“Loh di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin. Jika itu yang terbaik kita lihat nanti,” katanya saat ditemui di Kantor Kadin, Jakarta, Jumat.

Ia menuturkan bahwa rencana tersebut merupakan salah satu kajian paket reformasi pajak yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. “Ya sekarang kami timbang dulu semuanya. Kami akan lihat situasi yang memungkinkan,” ujarnya.


#GedeSandra #TaxAmnestyII

Komentar Anda
Komentar