Hello,

Reader

Adanya Wakil Gubernur Pastikan Kinerja Anies Kian Kinclong
Ilustrasi
Adanya Wakil Gubernur Pastikan Kinerja Anies Kian Kinclong

Jakarta, HanTer — Hampir setahun penuh tanpa pendamping yang membantunya menata dan memperbaiki kualitas hidup warga Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai sudah saatnya mendapatkan pengganti Sandiaga Uno sebagai wakil gubernur. Dengan seorang wakil yang tepat dan mampu bersinergi positif, kinerja kepemimpinan Anies diyakini akan kian mencorong dan warga Jakarta pun akan semakin banyak mendapatkan manfaat.

Pernyataan tersebut datang dari dua pegiat pembangunan Jakarta dalam kesempatan berbeda. Aktivis Jakarta Loyalis, salah satu Relawan Pemenangan Anies - Sandi 2017 dan juga sebuah wadah para aktivis yang peduli dengan kesejahteraan warga Jakarta, Rezza Shidqi, memberikan penilaian bahwa memang saat ini pun kinerja Anies boleh dibilang cukup memuaskan warga DKI yang dipimpinnya. Tetapi ia sangat yakin, dengan seorang wakil yang memiliki kepedulian, kualitas kinerja tinggi dan mampu bersinergi dan saling menguatkan, Jakarta akan lebih cepat lagi berlari mencapai kondisi yang lebih baik.

“Komitmen kita semua tentu kepada kemaslahatan warga Jakarta,” kata Rezza. “Semakin cepat warga mendapatkan kondisi-kondisi terbaik yang bisa difasilitasi Pemprov DKI dan lebih sejahtera, tentu itu pilihan kita.”

Untuk itu, kata Rezza yang juga mengelola sebuah taman hutan kota di selatan Jakarta itu diperlukan seorang pendamping yang tak hanya mengerti dan mampu bekerja, tetapi juga memiliki chemistry yang sama dengan Anies. “Samalah seperti saat Anies berduet membina kemaslahatan Jakarta bersama Sandiaga,” kata dia.    

Dalam kesempatan berbeda, warga lain yang juga cinta dan peduli Jakarta, Abdul Azis Kurniawan, tak hanya mengamini Rezza soal urgensi adanya pendamping yang cakap di sisi Anies. Azis bahkan mensyaratkan pendamping tersebut memiliki track record kepemimpinan yang mumpuni di birokrasi serta bersih dari perilaku curang. Artinya, menurut Azis, Pemprov Jakarta sama sekali tak boleh memberikan tempat terhormat itu buat tampilnya seorang petualang politik yang tak jelas kredibilitasnya.

“Pokoknya, wakil gubernur nanti itu bukan orang yang pernah punya cela di birokrasi,”kata Azis yang juga merupakan pimpinan Laskar Krukut Luhur (Laskaru), sebuah lembaga partisipasi masyarakat yang bergerak dalam pelestarian lingkungan, khususnya pemeliharaan ekosistem sungai. Laskaru juga dikenal sebagai salah satu pelopor program ketahanan pangan bagi warga Jakarta.

Rezza bahkan menunjuk begitu mendesaknya posisi wagub itu diisi. Paling tidak, kata dia, terbukti dengan kesibukannya saat ini menata Jakarta tanpa pendamping membuat Anies relatif tak lagi punya waktu untuk turun dan mendengar aspirasi warga.  “Padahal salah satu ciri pemimpin yang baik itu adalah banyak mendengar dari orang-orang yang ia pimpin,” kata Rezza.

Bukan hanya warga yang merasa kursi wagub sudah saatnya diisi sehingga Gubernur Anies punya kesempatan memikirkan Jakarta yang lebih ideal ke depan. Beberapa waktu lalu pengamat politik dan Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa kosongnya kursi wakil gubernur DKI Jakarta sangat merugikan masyarakat DKI Jakarta. Cepatnya posisi tersebut terisi menurut Pangi akan mempercepat dan menambah baik kinerja kepemimpinan Anies.

Sementara pengamat politik Hendri Satrio menyatakan Anies pun seharusnya memberikan ultimatum kepada Pansus untuk mempercepat proses pemilihan wagub. Ia tak habis mengerti mengapa kursi tersebut dibiarkan kosong lama, sementara bila diisi orang yang tepat dan memiliki chemistry yang sama, akan membuat prestasi Anies memimpin Jakarta kian berkilau. “Persoalannya, mau tidak Gubernur kasih ultimatum?” ujar Satrio. 


#AniesBaswedan #WagubDKI

Komentar Anda
Komentar