Hello,

Reader

Kursi Wagub Kosong, Masyarakat Jakarta yang Paling Dirugikan
Kursi Wagub Kosong, Masyarakat Jakarta yang Paling Dirugikan

Jakarta, HanTer - Pengamat politik Hamdi Muluk menganggap kekosongan kursi wakil gubernur DKI Jakarta dalam setahun terakhir ini menciderai amanah publik yang telah menggunakan hak suaranya untuk Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Itu kan menciderai amanah publik bahwa publik memilih pasangan gubernur dan wakil gubernur. Kalau misalnya itu wakil gubernur ikut kontestasi lain, harusnya secepatnya cari pengganti supaya pekerjaan gubernur, wakil gubernur ini serta amanah publik itu mereka tunaikan," kata dia, di Jakarta, Jumat.

Guru besar psikologi politik di Universitas Indonesia ini mengemukakan, para partai pengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno harus bertanggung jawab kepada masyarakat Jakarta dan mendesak agar persoalan kosongnya kursi wakil gubernur DKI Jakarta tidak berlarut-larut.

Masyarakat Jakarta, menurut dia, menjadi yang paling dirugikan karena sikap para elit politik dalam menyelesaikan persoalan kosongnya kursi wakil gubernur DKI Jakarta dalam setahun terakhir.

"Masyarakat dirugikan bahwa tidak sepantasnya tarik-ulur di antara mereka itu mengabaikan pertanggungjawaban ke publik. Mau sampai kapan begini," tegasnya, seperti dilansir Antara.

Baswedan telah satu tahun menakhodai Jakarta tanpa didampingi wakil, mengharapkan DPRD DKI Jakarta untuk "bertanggungjawab".

"Setahun ya? Dua hari lagi? Anniversary jomblo ya? Ha.. ha.. ha... Khan catatan sejarahnya jika terjadi kekosongan gubernur atau wakil gubernur, DPRD bertanggungjawab untuk mengisi kekosongan dengan mempersiapkan penetapan wakil gubernur," kata Baswedan, di Jakarta, Kamis (8/8).

Posisi wakil gubernur DKI Jakarta kosong setelah Sandiaga Uno maju mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Sandiaga mengundurkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta sejak 9 Agustus 2018 lalu.

Saat ini, PKS dan Gerindra sebagai partai pengusung sudah mengajukan dua nama menjadi wakil gubernur DKI Jakarta, yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.


#Gubernur #Wakilgubernur #dkijakarta #politik

Komentar Anda
Komentar