Hello,

Reader

Tiga Polisi Terbakar, Korlap Aksi Harus Bertangggungjawab
Tiga Polisi Terbakar, Korlap Aksi Harus Bertangggungjawab

Jakarta, HanTer - Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menegaskan, polisi harus mengusut tuntas dan tuntut pelaku dan penanggung jawab aksi unjuk rasa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/6/2019). Buntut dari unjuk rasa itu tiga polisi mengalami luka bakar sampai 80 persen sehingga harus dirawat di rumah sakit. 

"Usut sampai tuntas dan tuntut pelaku dan penanggung jawab aksinya yang berujung ricuh bahkan memakan korban sampai ke pengadilan," ujar Bambang Rukminto di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Bambang menuturkan, seringkali dalam menangani unjuk rasa yang anarkis, polisi selalu disudutkan dengan persoalan Hak Asasi Manusia (HAM). Namun pertanyaannya bagaimana bila ada anggota polisi yang menjadi korban seperti kasus di Cianjur. 

Bambang mengakui kekerasan oleh aparat memang tak diperbolehkan. Oleh karena itu jalan terbaik adalah tegakkan hukum sehingga kasus tersebut tidak berulang. 

Bambang memaparkan, kasus-kasys unjuk rasa yang berujung anarkis seperti yang terjadi di Cianjur tak bisa dibiarkan terus menerus. Koordinator Lapangan (Korlap) sebagai penanggung jawab aksi harus diberi sanksi, selain pelaku penyiram bensin yang berujung korban di pihak aparat kepolisian. Karena peran dan fungsi korlap aksi bukan sekedar predikat tanpa tanggung jawab.

"Peran kepolisian itu adalah pengamanan, bukan obyek (tujuan) yang ditunjuk rasa. Ini yabg sering salah kaprah dilakukan para demonstran," tandasnya.

Seperti diketahui Tiga anggota polisi terbakar saat mengamankan aksi demo di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019). Ketiga polisi yang terbakar yakni anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojong Herang Polres Kota Cianjur Aiptu Erwin, serta dua anggota Sabhara Polres Cianjur yakni Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, saat ini pihaknya mengamankan 15 orang mahasiswa pelaku aksi demo di Cianjur yang berujung terbakarnya anggota kepolisian. Selain itu, pihaknya juga turut memeriksa penanggung jawab aksi unjuk rasa yang terjadi di depan Kantor Pemkab Cianjur pada Kamis (15/8/2019) siang.

Menurut Trunoyudo, OKP Cipayung Plus dalam melakukan aksi demo diikuti sekitar 50 orang. OKP Cipayung Plus terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa antara lain DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF dan lainnya. Unjuk rasa dilakukan terkait penyampaian keadilan dan kebenaran di pemerintahan, evaluasi pengangguran, sempitnya lahan pekerjaan dan kurangnya sarana pendidikan masyarakat Cianjur.


#Polisi #cianjur #demo

Komentar Anda
Komentar