Hello,

Reader

Pemindahan Ibu Kota Harus Hati-hati
Ilustrasi
Pemindahan Ibu Kota Harus Hati-hati

Jakarta, HanTer - Pro dan Kontra kian merebak di berbagai kalangan prihal rencana pemindahan Ibu Kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai perlu meyakinkan berbagai pihak guna memuluskan rencana tersebut.

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago, menilai, pro dan kontra terkait suatu isu adalah hal yang wajar. Menurut dia, pihak-pihak yang masih merasa ibu kota belum perlu untuk dipindah, tentu memiliki alasan dan kepentingan lain seperti bisnis dan sebagainya.

"Soal narasi, ini juga kuat-kuatan antara narasinya Pak Jokowi dengan narasinya mereka. Bagaimana narasi Jokowi bisa lebih kuat dan lebih common sense untuk Indonesia sekarang dan ke depan," ujar Pangi di Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Ia melanjutkan, bagaimana nantinya Jokowi memenangkan narasi, gagasan yang kuat terkait pemindahan itu. Dan Jokowi juga harus dapat menyampaikan mengapa pemindahan ini menjadi sangat penting.

Menurut Analis Politik Voxpol Center ini, Jokowi telah menimbang dan memiliki alasan-alasan yang dapat diterima, dan dilakukan berdasarkan kepentingan bangsa. Dan pemaparan Jokowi dalam sidang tahunan MPR/DPR, Jumat (16/8/2019) lalu mengenai pemindahan ibu kota juga ia nilai baik.

"Pak Jokowi sudah menjelaskan cukup baik ya, soal alasan meminta izin untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan, karena soal bagaimana menciptakan keadilan, tidak terjadi ketimpangan dalam pembangunan. Dan beliau juga mengatakan bahwa Indonesia bukan hanya Jawa dan Jakarta saja, atau Jawasentris. Beliau ingin mencoba untuk menggeser itu, dan ini menjadi penting alasannya," terang Pangi.

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, belum banyak kajian dibuat yang berkaitan dengan pertimbangan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan. "Itu yang harus dikaji kan belum ada. Potensi konflik-konfliknya apa saja kan belum tahu. Harus dikaji semua. Apa benar ini tidak rawan gempa atau banjir," ucapnya.

Harus Hati-hati

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengatakan rencana Presiden Joko Widodo soal pemindahan ibu kota dari Jakarta ke salah satu provinsi di Kalimantan harus dilakukan dengan hati-hati. Menurutnya, pemerintah harus mempersiapkan rencana tersebut dengan matang.

"Tentu harus hati-hati ya, persiapkan dengan matang," kata sosok yang akrab disapa Zulhas itu kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (16/8).

Dia menerangkan, pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendatang harus mempersiapkan dengan matang sarana dan prasarana pendukung di lokasi yang kelak dipilih untuk menggantikan Jakarta sebagai ibu kota Indonesia.

Dia menambahkan, faktor ketersediaan sumber daya alam di lokasi yang dipilih nantinya juga harus menjadi salah satu faktor pertimbangan.

 "(Pertimbangannya) tentu lokasi, sarana prasarana pendukung (seperti) sumber daya alam yang mendukung (misalnya) air, lingkungan, dan lain-lain," ucap Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sebelumnya, Jokowi menutup pidato kenegaraan kedua di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam Sidang Tahunan MPR 2019 dengan meminta izin pemindahan ibu kota negara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memohon izin kepada seluruh peserta sidang dan rakyat Indonesia untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

 "Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan," kata Jokowi di Gedung Nusanatara I, Komplek Parlemen, Jumat (16/8).

Jokowi menyebut ibu kota bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa. Pemindahan ibu kota, lanjut Jokowi, demi mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi. Slot online


#IbuKota #Kalimantan

Komentar Anda
Komentar