Hello,

Reader

Survei LPP UI: Nama-nama Lama Berpotensi Jadi Menteri Lagi
Menteri Pertanian Andin Amran Sulaiman
Survei LPP UI: Nama-nama Lama Berpotensi Jadi Menteri Lagi

Jakarta, HanTer  - Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) merilis nama-nama tokoh nasional yang berpotensi menduduki menteri kabinet Joko Widodo jilid dua. Dalam survei tersebut, LPP UI menggunakan empat metode aspek yang menjadi kelebihan dan kekuatan seorang calon menteri.

Keempat metode tersebut meliputi aspek profesionalitas, aspek eksekutor, aspek integritas dan akseptabilitas. Keempat poin ini memiliki persentase yang cukup dipercaya. Misalnya survei opini pakar 1 yang mencapai 71 pakar, expert panel yang mencapao 6 pakar dan survei opini pakar 2 yang mencapai  128 pakar.

Kategori prolog dalam aspek penilaian ini diisi oleh akademisi, pengamat polhukam ekonomi sosial, lembaga peneliti, asosiasi, LSM, NGO, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, profesional dan pengusaha.

Pada Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, nama-nama seperti Haryadi Budi Santoso, Handri Satrio dan Nadiem Makarim masuk sebagai calon dengan potensi cukup besar. Namun, nama-nama menteri lama jauh berpotensi karena dinilai sudah bekerja pada kabinet periode pertama.

Menteri Pertanian misalnya, Nama Andi Amran Sulaiman kembali masuk ke dalam kategori tokoh dengan potensi jabatan menteri cukup besar. Meski ada dua nama lain yang mengekor dibelakangnya, nama Amran Sulaiman tetap mencuat dan menduduki posisi teratas dengan nilai 7,23. Sisanya, Nurdin Abdullah 6,37 dan Sunarso 6,28.

Tak bisa dipungkiri memang, peran Amran Sulaiaman dalam mengubah sektor pertanian patut diperhitungkan. Terlebih, perubahan itu membawa nilai investasi dan ekspor komoditas hingga ke berbagai negara di dunia. Kedua nilai ini rupanya cukup berkontribusi pada skala ekonomi nasional.

Demikian disampaikan Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Sumatera Utara, Parlindungan Purba. "Yang saya tahu pertanian sekarang semakin meroketkan ekspor. Saya juga tau ada peningkatan pada investasi. Maka itu, sudah sewajarnya kita ini bersyukur karena punya sosok Menteri Pertanian seperti Pak Amran," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Menurut Parlindungan, peningkatan ini sangat berkaitan erat dengan kebijakan yang dikeluarkan. Di antaranya aturan rumit yang terus dideregulasi, penyediaan bibit dan benih yang berkualitas, pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan) dan pendekatan lobi-lobi dengan berbagai negara.

"Saya menyaksikan sendiri bahwa aturan ekspor sekarang lebih mudah dari perizinan jaman dulu. Apalagi sekarang bisa melalui online dengan waktu proses hanya 3 jam. Dan ini sekarang sudah diadopsi oleh daerah. Makanya harus diapresiasi," tukasnya.


#Jokowi #menteri

Komentar Anda
Komentar