Hello,

Reader

Prambos Membubarkan Diri
Deklarasi pembentukan Prambos
Prambos Membubarkan Diri

Tanggal 6 Oktober 2018 di kafe Dacosta di Bandung Prambos dideklarasikan oleh 7 orang, antara lain Radhar, Syafril, Harlans, Elyan, Andi, Sri, dan Syauqi. 

Prambos, kependekan dari Poros Relawan Militan Prabowo-Sandi didirikan dengan misi membantu pemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019. 

Sejak saat itu Prambos telah bekerja dengan segala kemampuannya, melaksanakan aksi2 kampanye bekerjasama dengan relawan lain maupun melakukannya sendiri. Dinamikanya luar biasa, intensitasnya sangat tinggi, karena semua orang mencurahkan pikiran dan tenaganya tanpa pamrih. Tidak ada hari tanpa kerja dan aksi, walau bahaya dan halangan menghadang. 

Bagi saya Prambos adalah sebuah pengalaman eksistensial yang sangat berharga. 

Namun perjalanan itu pada akhirnya tiba juga di tujuan. Pilpres telah berakhir. Dalam refleksi kita akan selalu mengingat, inilah pilpres dengan kecurangan paling brutal, terstruktur, sistematis dan masif dalam sejarah pemilu di Indonesia. Betul, sejarah juga mengajarkan bahwa kecurangan itu akan ditutupi, ditunjang, ditegakkan oleh kecurangan-kecurangan lain. Dengan kata lain negara kita akan terjebak di dalam lingkaran setan penderitaan yang seperti tidak akan berakhir. 

Berkaitan dengan prediksi itu dihadapkan kita membentang tantangan. Bila negara ini terus terjebak dalam kemerosotan, janganlah rakyatnya ikut melorot juga. Adalah kewajiban kita sebagai pecinta bangsa untuk menjadi jangkar yang menjaga agar sekoci2 rakyat tidak tenggelam dalam badai. 

Dalam kaitan itulah saya melihat proses transformasi yang luar biasa, bagaimana belakangan ini organisasi2 relawan #02 berubah menjadi gerakan ekonomi kerakyatan. Ternyata relawan-relawan itu tidak pergi begitu saja seperti asap. Mereka tidak melupakan cita-cita semula dan karena itu bertransformasi untuk melindungi dan memudahkan hidup mayoritas rakyat yang kecil, miskin, susah dan menderita. 

Maka demikian pula Prambos. Setelah periode pilpres berakhir maka Prambos yang dideklarasikan 6 Oktober 2018 menyatakan misinya sudah berakhir dan karena itu membubarkan dirinya. Namun bersamaan dengan itu mempersilahkan para anggota pendiri untuk memanfaatkan nama Prambos bila masih dianggap berguna. Seperti misalnya Prambos dalam pengertian Pergerakan Rakyat Militan Barisan Oposisi yang dipimpin oleh Bung Syafril Sjofyan dan Bung Elyan Verna Hakim, tetap menggunakan nama inisial Prambos namun memiliki misi berbeda.

Sementara itu, para pendiri Prambos sepakat memperkuat tekadnya untuk terus berkiprah dalam bidang ekonomi kerakyatan, politik demokrasi, dan kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat bagi rakyat banyak, terutama kaum pribumi dan muslim.

Terima kasih kepada seluruh anggota pendiri, aktivis, dan masyarakat yeng telah mendukung dan bersimpati kepada Prambos selama ini. Dari lubuk hati paling dalam saya mewakili teman-teman pendiri memohonkan maaf yang sebesar-besarnya bila ada kesalahan dan kekhilafan, sengaja maupun tidak, telah kami lakukan. Doa kami bagi sehat dan sejahtera teman-teman semua. 

Oleh: Radhar Tribaskoro


#Prambos

Komentar Anda
Komentar