Hello,

Reader

 Operasi Patuh Jaya 2019; Lawan Arus, Sirene dan  Soal Umur Jadi Incaran Polisi
Operasi Patuh Jaya 2019; Lawan Arus, Sirene dan Soal Umur Jadi Incaran Polisi


Jakarta, HanTer - Operasi Patuh Jaya 2019 akan menitikberatkan penindakan terhadap tiga jenis pelanggaran lalu lintas.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir tidak memungkiri ada sejumlah pelanggaran yang kerap terjadi, antara lain berkendara di bawah pengaruh alkohol, menggunakan ponsel saat mengemudi, mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan dan melebihi batas kecepatan.

"Petugas akan prioritas pada pelanggar yang melawan arus, berkendara di bawah umur dan kendaraan bermotor yang memasang rotator dan atau sirine," ujarnya di Jakarta, Minggu (25/8/2019).
 
Polda Metro Jaya akan menurunkan 2.380 personel kepolisian dari berbagai unsur untuk mendukung Operasi Patuh Jaya 2019.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir, mengatakan jumlah tersebut akan disebar di berbagai titik selama berlangsungnya operasi Patuh Jaya 2019 dari tanggal 29 Agustus 2019 hingga 11 September 2019.

"Kekuatan personel dalam Operasi Patuh Jaya 2019 adalah 2.380 orang dari berbagai unsur kepolisian," kata AKBP Nasir saat dikonfirmasi.

Petugas kepolisian juga akan didukung oleh Polisi Militer, Dinas Perhubungan dan Satpol PP selama berlangsungnya Operasi Patuh Jaya 2019.

Dia juga menyatakan  pemotor yang tidak menggunakan helm SNI, tidak memiliki sim, sepeda motor berboncengan tiga orang, kendaraan bermotor roda atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan, juga bakal terjaring operasi.

Kemudian kendaraan roda dua dan empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan standar dan kendaraan bermotor roda dua atau empat yang tidak dilengkapi dengan STNK.

Ada pun tujuan utama dalam operasi tersebut yang pertama adalah terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar pada lokasi rawan kecelakaan, pelanggaran dan kemacetan serta meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Danial

---
Beri Kemudahan Kredit (upper)
Bank DKI Buka Akses ke PJA

Jakarta, HanTer - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, Bank DKI memberikan akses perbankan berupa Kredit Kontraktor Jakarta kepada rekanan mereka, Pembangunan Jaya Ancol (PJA).

"Jumlah kontraktor Pembangunan Jaya Ancol yang terdaftar dalam sistem e-procurement Pembangunan Jaya Ancol menjadi potensi bisnis untuk pemasaran Kredit Kontraktor Jakarta," ujar Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Herry mengatakan bahwa dukungan Bank DKI yang dipastikan usai gathering bersama Pembangunan Jaya Ancol di Jakarta, Jumat (23/8/2019) itu, memberikan kemudahan berupa jaminan sebesar 0 persen kepada kontraktor rekanan Pembangunan Jaya Ancol yang mengajukan kredit dengan plafon maksimal Rp1,5 miliar sebesar 0 persen.

"Selain itu, Bank DKI juga memberikan fasilitas penerbitan bank garansi dengan jaminan asuransi sehingga kontraktor Pembangunan Jaya Ancol tidak perlu memberikan setoran jaminan ataupun agunan dalam bentuk lainnya," ujar Herry.

Herry menyebut dukungan Bank DKI kepada kontraktor Pembangunan Jaya Ancol merupakan salah satu bentuk sinergi sesama BUMD DKI Jakarta.

"Dalam waktu dekat Bank DKI akan terus membangun rangkaian sinergi dengan PT Pembangunan Jaya Ancol dalam bentuk dukungan sistem pembayaran untuk transaksi dan layanan publik serta layanan transaksi non tunai di lingkungan PT Pembangunan Jaya Ancol," tutur Herry.

Herry mengatakan bahwa akses perbankan tersebut ditujukan bukan hanya pada Pembangunan Jaya Ancol, melainkan juga pembiayaan kepada perusahaan yang menjadi mitra proyek-proyek di lingkungan Pemprov dan BUMD DKI Jakarta.

Kredit Kontraktor Jakarta merupakan kredit modal kerja pelaksanaan proyek Pemprov DKI Jakarta dan BUMD DKI Jakarta dengan plafon mulai dari Rp500 juta sampai dengan Rp50 miliar.


#Operasi #Patuh #Jaya #2019

Komentar Anda
Komentar